Merapikan Kategori Folder

Sudah lama saya ingin merapikan kategori nama folder milik saya. Makin ditunda, data makin banyak, asal taruh saja dulu, niatnya sementara tapi keterusan he he he . Akhirnya jadi bingung mencari file-file tertentu, begitu juga jika ingin menyimpan file, bingung harus ditaruh dimana. Biasanya Googgle Desktop-lah solusinya, tapi tetap saja struktur folder belum rapi.

Berikut kategori folder sebelumnya :

Struktur awal

Setelah ditimbang-timbang dan diskusi dengan konsultan pribadi (baca : istri). Berikut struktur kategori folder yang baru hingga level 2 :

taxonomy Folder D Versi 2

Struktur folder diatas lebih sederhana dan rapi. Bagaimana menurut Anda ? Bagaimana susunan folder pada PC Anda ?

Liga Futsal BHTV Hadir Kembali

Apa yang harus disiapkan untuk menjalani pertandingan demi pertandingan di Liga Futsal Bandung High Tech Valley (BHTV) Musim ke – 4. Selain sepatu dan kaos kaki, tentu saja perlengkapan perlindungan lainnya, seperti pelindung tulang kering, ankle dan lutut. Sangat penting lho ini, apalagi umur sudah tidak muda lagi. Teringat pesan Pak Khairul, “mau main futsal atau mau cari cedera”, hi hi hi

Tentu saja niatnya pengen olahraga dan refreshing, tapi namanya kompetisi, apapun bisa terjadi, banyak benturan fisik yang tidak disengaja. Musim lalu sempat absen lama karena cedera. Mudah-mudahan musim ini  bisa bermain seperti biasa, hanya mengandalkan semangat dan tidak cedera.

My Shoes

Sepatu tua yang sudah robek, tapi tetap nyaman dipakai. Dilengkapi dengan pelindung tulang kering. Siap bermain futsal dengan aman …

Menggapai 10.000 Jam …

10.000 Jam atau 9 jam sehari selama 3 tahun atau 7 jam sehari selama 4 tahun. Itulah waktu yang harus kita tempuh agar kita menjadi manusia yang outliers. Menurut Malcolm Gladwell, Outliers ialah :

Something that is situated away from or classed differently from a main or related body, or

a statistical observation that is markedly different in value from the others of the sample

Jadi The Outlier bisa disebut sebagai orang yang memiliki prestasi luar biasa dan sukses. Menurut Gladwell untuk menjadi The Outlier, tidak cukup hanya dengan kecerdasan dan bakat. Menurut dia, seseorang yang berhasil mencetak prestasi gemilang berani melakukan hal-hal diluar kelaziman orang biasa. Gladwell menyodorkan hukum 10.00o jam. Intinya untuk menjadi orang yang betul-betul hebat (the outlier), perlu tempaan keras selama minimal 10.000 jam dalam jangka waktu yang pendek.

Kalau sehari ditempa 9 jam, waktu yang dibutuhkan sekitar 3 tahun nonstop. Sementara kalau sehari 7 jam, butuh sekitar 4 tahun nonstop. Beberapa contoh the outliers :

  • The Beatles harus bermain non stop 270 malam selama 1,5 tahun. Saat masih menjadi band suatu cafe, mereka harus bermain 8 jam sehari selama seminggu, dengan membawakan banyak lagu dari berbagai macam jenis musik.
  • Grand Master Indonesia Utut Adianto berlatih catur selama 6 – 9 jam sehari setiap akan bertanding. Tercatat di MURI karena pernah bertarung simultan melawan 9.112 peserta.
  • Pesulap Deddy Corbuzier menghabiskan waktu 8-9 jam sehari untuk belajar sulap, bahkan gara-gara sering belajar sulap pernah tidak naik kelas.
  • David Beckham merelakan masa remajanya dengan menambah porsi latihan mengumpan dan tendangan bebas.

Fokus, tekun, ulet untuk menggapai 10.000 jam. Jika berhasil, minimal memberikan manfaat &  nilai lebih bagi diri kita sendiri. Ok, mari kita mulai, fokus, fokus, fokus …. (*)

* Referensi : Outliers : The Story of Success (Malcolm Gladwell) dan SWA : Indonesia Outliers, Mencetak Orang-Orang Luar Biasa.


Hi, i’m Forrest … Forrest Gump

1994_Forrest_GumpHi, i’m Forrest … Forrest Gump. Itulah ciri khas Forrest saat memperkenalkan diri, dengan gaya bicara yang agak terbata-bata membuat perkenalan diri itu meninggalkan kesan bagi setiap orang. Ada yang tersenyum, ada yang iba atau bahkan ada yang merendahkan.

Meski ditakdirkan memiliki IQ 75 dimana untuk masuk sekolah normal standarnya harus 80, Forrest tetap sukses. Hmm sukses disini bukan sukses secara materi saja, tapi sukses secara batin , hidup dengan perasaan tenang dan nyaman.

Forrest memang memiliki sifat unik,

Pertama, Forrest memiliki sikap tulus mau membantu siapa saja, lugu apa adanya. Dengan sikapnya ini Forrest tidak pernah memiliki prasangka buruk  atau dendam terhadap siapapun. Padahal sepanjang hidupnya Forrest sering direndahkan. Jadi ingat kisah salah satu ciri penghuni surga, yaitu tidak pernah tidur dengan menyimpan niat jelek terhadap sesama, juga tidak menyimpan rasa dendam, rasa benci, rasa dengki kepada sesama.

Kedua, jujur dan menepati janji. Forrest selalu menepati janjinya, biar bagaimanapun juga kondisinya, dia selalu berusaha menepati janjinya, bahkan saat dia berjanji dan orang yang pernah dia janjikan telah meninggal, dia tetap menepati janjinya.

Sifat tulus membantu, lugu dan suka menepati janji ini yang membuat dia dapat menjalani hidup dengan tenang dan nyaman. Sebuah kisah yang menarik untuk ditonton di bulan Ramadhan. Coba tonton film lama berjudul Forrest Gump, Tom Hanks memerankan Forrest Gump dengan sangat bagus.

Gemar Memberi Makan

Rajin-rajinlah memberi makan kepada sesama. Memberi makan kepada keluarga, memberi makan pada anak yatim dan memberi makan pada fakir miskin.

Perintah untuk memberi makan ini saya ketahui saat mendengarkan ceramah ramadhan beberapa waktu  lalu. Yang diberi makan badannya akan sehat, sedangkan yang memberi makan, roh atau jiwanya yang akan sehat. Memang  salah satu resep meredakan jiwa yang gelisah adalah sedekah, salah satunya dengan memberi makanan.

Mungkin memberi makan juga merupakan alternatif cara yang lebih baik dibanding kita memberi uang begitu saja kepada pengemis dan anak jalanan. Lagipula pengemis dan anak jalanan itu pasti sedang lapar, mereka lebih membutuhkan makanan.

Jalan-jalan & Berburu Buku Di Kwitang

Sejak selasa lalu saya berada di Jakarta yang panas ini. Memang seminggu ini saya diizinkan untuk bekerja dari Jakarta, bukan di Bandung seperti biasanya. Sekalian menemani Istri sebelum ia resign dari tempat kerjanya sekarang dan menemani saya di Bandung, asyik !!! 🙂

~ Siang ini … (Hari keempat di Jakarta) ~

Di hari keempat ini, tiba-tiba timbul keinginan membeli buku. Tapi kalau beli ditoko-toko buku besar kurang seru, akhirnya teringat bahwa ada banyak penjual buku di Jl. Kwitang Raya yang tidak jauh dari Senen. Tahu tempat itu dari film AADC dimana Dian Sastro dan Nicholas Saputra pernah cari buku disana (ketahuan deh suka nonton film ABG bareng adik-adik he he).

Untuk menuju kesana, karena bukan orang Jakarta seperti biasa lihat peta dulu, ternyata tidak jauh dari Monas dan Gambir. Untuk menuju Gambir, berdasarkan petunjuk Istri, dari Mampang Prapatan jalan sedikit dulu menuju perempatan yang menghubungkan Mampang dan Kuningan, lalu naik Kopaja 20 yang ke arah Kuningan. Nanti turun di daerah Patung Tugu Tani.

Tugu Tani

Dari Patung Tugu Tani bisa jalan kaki menuju Taman Gunung Agung dimana disana juga terdapat Toko Gunung Agung yang  pertama dan Toko Buku Wali Songo yang terkenal itu.

taman gunung agung

taman gunung agung 2

Setelah menyusuri Taman Gunung Agung, di ujung jalan mulai terlihat lapak-lapak dan kios penjual buku hingga pinggiran Jl. Kramat Jaya. Bahkan ada buku-buku yang dijajakan dengan digeletakan begitu saja di pinggiran trotoar. Sebetulnya tidak semua buku yang dijual buku bekas, ada juga buku-buku yang masih terbungkus rapi meski agak berdebu. Jika diperhatikan bahkan buku-buku terbitan yang terbilang masih baru pun tersedia.

Karena tidak ada rencana mencari buku tertentu, saya agak lama mencari dan membolak-balik buku. Setelah keliling-keliling akhirnya saya memperoleh 5 buku.

Buku dari Kwitang

  1. Politik untuk Kaum Muda (Sarwono Kusumaatmadja)
    • Saya pilih karena saya tidak mengerti dan tidak begitu tertarik dengan kata “Politik”.
  2. Memahami Teknologi Informasi, Menyikapi dan Membekali Diri Terhadap Peluang dan Tantangan Teknologi Informasi (Budi Rahardjo)
    • Wah baru tahu, ternyata Pak Budi pernah menulis buku ini. Pasti menarik buku ini 🙂
  3. Menyembuhkan Bangsa Yang Sakit (Amien Rais)
    • Ingin tahu saja pendapat Pak Amien Rais tentang negara ini.
  4. Mengasah Sense of Humor(Achmanto Mendatu)
    • Siapa tahu habis baca buku ini bisa menyaingi Tukul Arwana he he
  5. Abu Nawas Melihat Malaikat, Kisah-Kisah Teladan Untuk Buah Hati Tercinta (Ibnu Wastho)
    • Kisah-kisah Abu Nawas selalu menarik dan biasanya sangat jenaka.

Semua buku totalnya Rp.100.000. Bagi yang pintar dan tekun menawar pasti harganya bisa turun lagi. Benar-benar perjalanan berburu buku yang menyenangkan. Ok, selamat berburu buku ya …

18 Agustus-an …

18 Agustus 2009 . 1 hari setelah negeriku ini merayakan kemerdekaannya. Tidak minta muluk-muluk, semoga negeriku ini bisa kembali aman dan tenang … just that.

18 Agustus 2009. Ini adalah hari pertama nge-blog lagi sejak pernikahan saya. Sudah 18 hari saya menjadi suami seseorang. Setiap bertemu seseorang, selalu muncul pertanyaanya ini : “Bagaimana rasanya menikah Yan ? Saya selalu menjawab : ” Benar kata Pak Angger, bahwa menikah itu hanya 5 persen saja enaknya, sisanya enak sekali hi hi”

Tapi memang kenyataannya seperti itu. Memang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata tentang indah dan nikmatnya menikah, tapi yang pasti hati menjadi lebih tenang, lebih teratur dan lebih bertanggung jawab. Cobaan pasti ada, wong saat sendiri cobaan juga ada toh, tapi yang namanya cobaan pasti ada penyelesaiannya dan bisa diselesaikan bareng-bareng.

Pokoknya bagi yang belum, semoga segera menyusul ya. Rasakan dan nikmati sendiri hi hi … 🙂