Arsip Kategori: Pekerjaan

Prosedur Keselamatan Saat Meeting & Fleksi Day

Ada yang berbeda saat menghadiri meeting di sebuah perusahaan pengeboran minyak milik asing kemarin. Sebelum meeting dimulai ada penyampaian prosedur jika terjadi bencana di gedung tempat meeting. Biasanya penyampaian prosedur seperti ini hanya dilakukan melalui poster, pamlet dan sejenisnya.

Penyampaian prosedur lisan ini seperti pramugari yang menjelaskan prosedur keselamatan penerbangan sebelum pesawat meninggalkan landasan. Kira-kira seperti ini bunyinya :

Jika terjadi bencana, tenang saja, jangan panik. Ikuti kami saja. Jika tidak ada kami, langsung turun melalui pintu darurat yang ada di dekat lift. Dan berkumpul di lapangan yang berada di belakang gedung ini. Setahu saya, hari ini tidak ada jadwal latihan keselamatan bencana, jika terdengar pengumuman, berarti memang benar sedang terjadi bencana.

Benar-benar penyampaian prosedur keselamatan yang berguna ya. Minimal kita jadi aware terus dan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana seperti gempa bumi saat meeting berlangsung, atau saat kita sedang di toilet.

* * *

Fleksi Day

Istilah fleksi day juga saya dengar dari perusahaan yang sama. Fleksi day jatuh pada hari Jum’at di minggu ke -2 dan minggu ke-4. Pada hari fleksi day, semua karyawan libur. Jadi liburnya dari hari jum’at hingga minggu. Karena menerapkan fleksi day, maka konsekuensinya jam wajib kerja karyawan menjadi sejak pukul 07:00 hingga 17:00.

Bagi karyawan, demi fleksi day, memperoleh 1 jam wajib kerja tambahan tiap harinya tentu tidak masalah, apalagi di Jakarta kalau pulang jam 16:00 pasti terjebak macet he he …

Iklan

Bagaimana Agar Tidak Cinta Dunia ?

Sering sekali mendengar nasihat yang mengingatkan saya agar tidak terjebak dengan kecintaan terhadap duniawi. Dari beberapa literatur juga sering saya temui nasihat-nasihat serupa, seperti :

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (QS.Ali Imran, Ayat 185)

“Barang¬siapa hatinya terpaut pada dunia maka dia akan tersangkut pada tiga hal: kesedihan yang tiada berakhir, angan-angan yang tak berujung, dan harapan yang tak kunjung datang.” Imam Ja`far Ash-Shadiq (Biharul Anwar 73:120)

Beberapa nasihat-nasihat tentang cinta dunia ini sudah lama ada dalam pikiran saya. Dunia bukan tempat bersenang-senang tapi bukan berarti kita tidak boleh menikmati kehidupan ini. Jadi apa batasan cinta terhadap dunia ya ?

Pertanyaan inilah yang terus ada dalam pikiran saya. Setelah menunggu sekian lama alhamdulillah beberapa hari lalu saya menemukan sedikit jawabannya, meski belum menjawab secara keseluruhan tapi saya rasa sudah cukup sebagai permulaan untuk lebih mengenal makna “tidak cinta dunia”. Jawaban saya peroleh dalam diskusi singkat bersama orang yang saya anggap cukup mengerti masalah ini, kira-kira seperti ini diskusinya :

> Apa batasan agar tidak cinta dunia ya ? Kalau bekerja sangat keras itu termasuk cinta dunia ?

Kalau bekerja justru kewajiban. Bekerja yang halal untuk membantu diri sendiri, keluarga dan orang-orang disekitar Anda.

> Jadi bagaimana ya caranya menjalani kehidupan ini agar kita tidak terjebak dengan cinta kepada dunia ?

Kunci sederhana untuk menjalani kehidupan yang terbebas dari cinta dunia ada 3 (tiga)

Pertama, tidak sombong, tidak pongah. Ingat kita adalah ciptaan Allah. Sesama manusia tidak boleh merendahkan manusia yang lain.

Kedua, jangan tamak. Selalu tidak puas dengan rezeki yang diberikan, selalu merasa kurang, kurang dan kurang.

Ketiga, jangan iri hati. Melihat teman atau orang lain meraih sukses kita merasa tidak senang. Atau tetangga membeli handphone baru, kita tidak mau kalah ikut-ikutan membeli handphone yang lebih baru lagi.

* * *

Kira-kira seperti itu diskusinya. Dari diskusi tersebut terdapat beberapa kunci untuk menjalani hidup yang menurut saya cukup sulit untuk dilakukan, karena sering kali melanggar tanpa disadari.

Jadi ada PR buat saya, bagaimana agar bisa selalu ingat hal-hal diatas, karena suka tidak sadar saat melanggarnya ?

Apa itu Taxonomy ?

Taxonomies berasal dari bahasa Yunani. Terdiri dari 2 kata, yaitu taxis dan nomos. Taxis berarti mengatur atau menyusun sesuatu sedangkan nomos berarti kebiasaan atau aturan. Jadi Taxonomies bisa diartikan sebagai aturan untuk menyusun atau mengatur.

Salah satu bentuk Taxonomy adalah klasifikasi atau pengkategorian. Klasifikasi atau pengkategorian diperuntukan untuk sesuatu yang berkelompok dan memiliki keterkaitan satu dengan yang lain. Secara tidak sadar sebetulnya kita sudah terbiasa menggunakan metode ini, misalnya jika kita pergi ke supermarket, untuk mencari apel pasti kita akan mencari di rak buah-buahan. Atau coba cek koleksi MP3 di komputer kita. File MP3 biasanya akan kita susun  dalam folder  jazz, klasik hingga dangdut.

simple-taxonomy

Secara umum Taxonomy memiliki beberapa fungsi :

  • Mengumpulkan dan menyusun konten yang sejenis
  • Dapat mengidentifikasi data atau informasi mana yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain
  • Untuk mengontrol vocabulary (kosakata)

* * *

Post ini dibuat setelah beberapakali terlibat diskusi dengan pakar Taxonomy Patrick Lambe. Taxonomy sendiri sangat berperan untuk pengelolaan informasi dengan ruang lingkup yang lebih besar. Dan yang lebih cocok untuk menulis Taxonomy seharusnya Mas Fran, diantara kami memang Mas Fran yang lebih paham Taxonomy secara lebih mendalam lagi. Untuk itu Mas Fran biasa kita panggil Fran Lambe ha ha ha. Ditunggu tulisan Taxonomynya Mas Fran.

with-lambe

Yandri, Hadi, Pak Khairul, Patrick Lambe, Mas Fran dan Saya setelah Workshop Taxonomy.

Bersiap ke Bandung

Hari ini semua anggota tim kembali ke Bandung. Untuk melaporkan kemajuan pekerjaan, brainstorming dan merencanakan apa yang harus disiapkan saat kembali ke Jakarta hari Senin nanti. Tidak hanya itu, kembali ke Bandung berarti kita akan bermain futsal bareng teman-teman lagi, pasti seru. Bandung kami datang … 🙂

Semangat : Oki, Ali, Mas Primus, Saya, Mbak Opi, Mas Fran, Egga dan Mas Wendy

berFilsafat Ikan

Seperti pasar ikan pada umumnya, berbagai jenis ikan tersedia di pasar ikan ini dan bau amis ikan segar yang menusuk hidung juga ada. Yang berbeda dari pasar ikan ini adalah suasananya. Para penjual ikan begitu ceria dan sangat ramah melayani pembeli.

Ikankah itu yang beterbangan di udara? Jangan-jangan saya salah lihat; kemudian hal itu terjadi lagi. Salah satu penjual ikan yang terlihat mencolok dengan celemek putih dan sepatu bot karet hitam yang tinggi, mengambil ikan ukuran besar, melontarkannya ke atas, dan berteriak, “Seekor salmon terbang ke Minnessota.” Kemudian semua penjual ikan menirukan secara bersama-sama, “Seekor salmon terbang ke Minnesota.” Lelaki penjaga gerai tersebut secara menakjubkan menangkap ikan itu dengan satu tangan, kemudian mengganggukkan kepalanya kepada para pembeli yang bertepuk tangan untuk atraksinya. Semangat yang ditimbulkannya luar biasa.

Di sebelah kanannya, penjual ikan yang lain dengan jenaka menggoda seorang anak laki-laki dengan menggerakkan mulut seekor ikan besar dan membuat ikan itu seolah-olah bicara, anak laki-laki tersebutpun tersenyum simpul.

Pasar ikan yang memiliki suasana berbeda seperti diatas adalah Pike Place Fish yang terletak di Seattle. Banyak orang sengaja berkunjung kesana hanya untuk mengetahui bagaimana cara menciptakan suasana tempat kerja yang menyenangkan dan membuat kita mencintai pekerjaan rutin kita meski sebenarnya kita tidak menyukai pekerjaan itu. Pasar ikan di Seattle yang terkenal ini menciptakan suatu filsafat yang dikenal dengan Filsafat Ikan. Suatu filsafat yang menawarkan kebijakan yang mudah dicerna, langsung bisa diterapkan dan sangat mendalam.

Inilah konsep Filsafat Ikan :

  • Pertama, pilihlah sikapmu. Kita bisa memilih sikap kita setiap hari. Saat kita bekerja, kita mau jadi apa ? Menjadi pemarah atau membosankan atau menjadi seseorang yang menyenangkan.
  • Kedua, bermain. Anggaplah bekerja seperti bermain sesuatu yang kita senangi. Timbulkan kesenangan dan kegembiraan saat bekerja sehingga menimbulkan semangat.
  • Ketiga, jadikan hari yang membahagikan mereka. Jangan lupa ajak dan libatkan pelanggan agar pelanggan ikut terbawa senang dan bergembira juga.
  • Keempat, hadir. Jangan melamun atau memikirkan hal lain, perhatikan dan berinteraksilah dengan pelanggan. Anggap pelanggan seperti teman lama kita.
filsafat_fish_scan.jpg

* Semangat Filsafat Ikan dari buku berjudul Fish!

buku_fish.jpg

Pasukan Kuning

Kami Pasukan Kuning … Oppsss!!! Bukan pasukan kuning yang melegenda itu lho. Saat saya tinggal di Surabaya, pasukan kuning atau petugas kebersihan berseragam kuning sangat berjasa menjaga kebersihan seluruh Kota Surabaya. Tidak heran saat itu, beberapa kali Surabaya memperoleh penghargaan Adipura.

Sekali lagi kami bukan pasukan kuning itu. Kami adalah Pasukan Berhelm kuning yang bertugas mengejar deadline pekerjaan malam ini, karena hasil pekerjaan kami ini akan dibawa ke Jakarta saat subuh esok. Martabak telor, martabak manis, cokelat dan minuman ringan adalah sumber energi kami.

Walau mata sudah kriyep-kriyep 5 watt, berkat helm kuning , kami tetap semangat dan tersenyum he he he 😛

foto157.jpg
foto97.jpg
foto156.jpg

Paling atas, Ketua Tim Mas Primus yang selalu memberi arahan, semangat dan selalu tidur paling akhir disaat semuanya sudah tidur he he. Di bawah ada saya dan Ali.

Menyongsong Tahun 2008

Usai SV kemarin, teman-teman kumpul untuk memfinalisasi rencana dan strategi untuk menyongsong tahun 2008. Pertemuan kemarin adalah puncak dari beberapa pertemuan sebelumnya. Pada beberapa pertemuan sebelumnya diskusi dilakukan mulai dari pembahasan dan persiapan untuk menghadapi prediksi keguncangan ekonomi 2008, peningkatkan kualitas layanan, lalu persaingan usaha yang tentu makin ketat hingga perpindahan posisi teman-teman antar divisi.

Banyak ide atau gagasan yang muncul, banyak sekali usaha inovasi yang akan dilakukan dan banyak putusan yang telah disepakati bersama. Acara kumpul-kumpul usai sore hari, Pak Dimitri berpesan : “kita tidak dapat memastikan strategi ini berhasil atau tidak, kita hanya bisa berusaha saja, kita hanya melakukan proses transformasi SDM dan lembaga dengan harapan yang baik akan menjadi lebih baik lagi, semua kita serahkan dan pasrahkan saja pada yang diatas. Bismillah, La haula wa laquwwata illa billah.

dimskumpul.gif

* Berdiri dari Kiri : Pak Faraday, Mas Agus, Pak Benny, Pak Agus Nggermanto, Mbak Intan, Mbak Dwi, Mas Budi Sulistyo, Mas Pur, Mas Fran, Ali dan Mas BSN. Jongkok dari Kiri : Pak Braja, Pak Asep, Pak BSP, Pak Yasser, Pak Dimitri, Mas Primus, saya dan Mas Mothi