Arsip Kategori: Islam

Bebek, Ayam Jantan, Merak, Gagak

Bebek itu kerakusan, karena paruhnya selalu ada ditanah

Mengeruk apa saja yang terbenam basah atau kering

Tenggorokannya tak pernah santai satu saat pun

Ia tak mendengar firman Tuhan selain

“kuluw wasyrabuw” (Makan, minumlah!)

Seperti penjarah yang merangsek rumah

Dan memenuhi kantongnya dengan cepat

Ia masukkan ke dalam kantongnya baik dan buruk

Permata atau kacang tiada beda

Ia jejalkan ke kantong basah dan kering

Kuatir pesaingnya akan merebutnya …

* * *

Ayam jantan penuh nafsu dan ketagihan nafsu

Mabuk dalam anggur tawar yang beracun …

* * *

Merak berwarna ganda

Memamerkan dirinya demi kemasyuran dan nama

Cita-citanya hanya merebut perhatian manusia

Tak peduli baik buruk, hasil dan manfaatnya …

***

Suara berkoak burung gagak

Meneriakan permintaan panjang di dunia

Seperti iblis gagak memohon yang Mahasuci

Kehidupan abadi sampai hari kebangkitan

Iblis berkata. “Berikan aku tempo sampai hari kebangkitan.”

Bukankah sepatutnya ia berkata,” Aku bertaubat duhai Tuhanku.”

Hidup tanpa taubat adalah bencana jiwa …

***

Bebek, Ayam Jantan, Merak dan Gagak menurut Jalaluddin Rumi. Bebek melambangkan kerakusan, Ayam Jantan melambankan nafsu, Merak melambangkan kesombongan dan Gagak melambangkan keinginan abadi.

Gemar Memberi Makan

Rajin-rajinlah memberi makan kepada sesama. Memberi makan kepada keluarga, memberi makan pada anak yatim dan memberi makan pada fakir miskin.

Perintah untuk memberi makan ini saya ketahui saat mendengarkan ceramah ramadhan beberapa waktu  lalu. Yang diberi makan badannya akan sehat, sedangkan yang memberi makan, roh atau jiwanya yang akan sehat. Memang  salah satu resep meredakan jiwa yang gelisah adalah sedekah, salah satunya dengan memberi makanan.

Mungkin memberi makan juga merupakan alternatif cara yang lebih baik dibanding kita memberi uang begitu saja kepada pengemis dan anak jalanan. Lagipula pengemis dan anak jalanan itu pasti sedang lapar, mereka lebih membutuhkan makanan.

Jika sedang gelisah …

Setiap manusia pasti pernah mengalami gelisah, mungkin semacam perasaan atau pikiran  yang terasa kurang enak. Ada resep dari Ibu dan Om Dim. Kata mereka coba baca Al – Falaq 41x dan An-Nas 41x. Selain dua surat itu ada satu perbuatan lagi yang menambah keampuhan resep ini yaitu segera bersedekah. Bersedekah ke siapa saja, bersedekah dalam bentuk apapun. Membantu keluarga, membantu orang-orang disekeliling kita, berbagi atau memberi makanan dan lain-lain.

Semoga resep ini berguna bagi yang sedang gelisah dan ingin segera memperoleh ketenangan. Ada yang punya resep lain ?

01508_paradise_1440x900

1 Hati 2 Cinta

Mata gadis kecil itu bercahaya ketika melihat ayahnya.

Sang ayah berkata kepada putrinya, “Zainab! Apakah engkau mencintaiku?”

“Ya! Tentu saja aku mencintaimu,” jawab putrinya.

“Apakah engkau mencintai Allah?” sang ayah terus bertanya.

“Sungguh aku mencintai Allah,” putrinya menjawab.

Imam Ali kemudian bertanya kepada putrinya, “Zainab! Bagaimana bisa satu hati mempunyai dua cinta?”

Sayidah Zainab menjawab, “Wahai ayah! Karena mencintai Allah, maka aku mencintai ayah.”

* * *

Kisah berjudul “1 Hati 2 Cinta”, dari buku Cerita-Cerita Favorit, Penerbit Al-Huda, hlm.115.

Tetangga

Ada seorang ulama besar yang bernama Sayid Jawad Amuli. Pada suatu saat, ketika dia sedang bersantap malam, terdengar ketukan di pintu. Telah datang seorang pembawa pesan dari gurunya, Sayyid Mahdi Bahrul Ulum.

“Guru Anda memanggil Anda dengan segera. Dia menolak untuk makan malam hingga bertemu Anda,” kata si pembawa pesan.

Sayid Jawad Amuli meninggalkan makan malamnya dan dengan tergesa-gesa menuju rumah gurunya. Ketika masuk ke dalam rumah, dia melihat gurunya sangat marah. Begitu melihat Sayid Jawad Amuli, sang guru berkata, …”Tidakkah engkau malu kepada dirimu sendiri, apakah engkau tidak menghormati Allah… ?”

Sayid Jawad bingung! Dia tidak mengetahui perbuatan mana yang salah sehingga memohon kepada gurunya untuk memberitahukannya.

Sayid Mahdi berkata, “Sekarang ini, sudah seminggu penuh tetanggamu dan keluarganya tidak memiliki makanan. Tetanggamu meminta dari penjual beberapa butir kurma seraya mengatakan bahwa akan membayarnya ketika telah mempunyai uang. Namun, penjual makanan itu menolaknya. Tetanggamu pulang kerumah dengan tangan hampa, tanpa ada makanan bagi keluarganya.”

Sayid Jawad berkata bahwa dia tidak mengetahui hal itu.

“Itulah mengapa aku marah kepadamu. Bagaimana bisa engkau tidak mengetahui (tidak peduli terhadap) tetanggamu? Mereka selama tujuh hari berada dalam kesulitan sementara engkau tidak mengetahui hal itu! Baiklah! Jika telah tahu tetapi tetap tidak berbuat sesuatupun, maka engkau sama sekali bukan seorang Muslim,” kata Sayid Mahdi.

Kemudian Sayid Mahdi berkata kepadanya untuk mengambil semua makanan yang ada padanya dan membawanya kepada tetangganya.

“Duduklah bersamanya ketika makan sehingga dia tidak merasa malu. Bawalah uang ini untuknya, lalu letakkan di bawah bantal atau permadaninya sehingga dia tidak merasa dipermalukan. Saat engkau telah melaksanakan hal ini, beri tahu saya! Saya tidak akan makan hingga semuanya selesai dilaksanakan.” (*)

* * *

* Kisah berjudul “Tetangga”, dari buku Cerita-Cerita Favorit, Penerbit Al-Huda, hlm.24.

Zona Ideal untuk Hidup

Tadi pagi saya membaca artikel menarik berjudul “Kepler dan Pencarian Saudara Semesta” (Kompas 11 Maret 2009). Tentang sebuah misi kepler yang mencari zona ideal hidup lainnya.

Misi kepler bertujuan menemukan planet di luar tata surya yang menyerupai Bumi. Jadi, yang akan dicari kepler adalah planet kecil (tidak sebesar Jupiter atau Saturnus) dan bebatuan, yang mengorbit bintang induk (seperti Matahari) dengan jarak yang tepat.

Artinya, jarak tersebut tidak terlalu dekat sehingga air mendidih, tetapi juga tidak terlalu jauh sehingga air membeku. Jarak yang ideal bagi kehidupan ini sering disebut sebagai “Zona Bisa Didiami” (habitable).

* * *

Kepler adalah teleskop yang akan diluncurkan ke luar angkasa dan mengorbit mengelilingi Matahari sehingga pandangannya tidak terhalang Bumi.

Hal ini masih merupakan bagian dari usaha menjawab pertanyaan, apakah ada planet yang juga bisa didiami di luar galaksi kita, jika ada kemungkinan besar di planet itu juga terdapat makhluk hidup yang menunggu komunikasi dengan kita (bumi).

Terlepas dari usaha diatas, saya sangat kagum dengan yang mendesain alam semesta ini. Planet Bumi diletakan di posisi ideal untuk mengorbit matahari , sehingga Bumi dapat didiami, bandingkan dengan posisi Pluto yang membuat suhu menjadi beku atau posisi Mars yang suhunya panas sekali. Subhanallah !!!