Arsip Kategori: Ceritaku

Prosedur Keselamatan Saat Meeting & Fleksi Day

Ada yang berbeda saat menghadiri meeting di sebuah perusahaan pengeboran minyak milik asing kemarin. Sebelum meeting dimulai ada penyampaian prosedur jika terjadi bencana di gedung tempat meeting. Biasanya penyampaian prosedur seperti ini hanya dilakukan melalui poster, pamlet dan sejenisnya.

Penyampaian prosedur lisan ini seperti pramugari yang menjelaskan prosedur keselamatan penerbangan sebelum pesawat meninggalkan landasan. Kira-kira seperti ini bunyinya :

Jika terjadi bencana, tenang saja, jangan panik. Ikuti kami saja. Jika tidak ada kami, langsung turun melalui pintu darurat yang ada di dekat lift. Dan berkumpul di lapangan yang berada di belakang gedung ini. Setahu saya, hari ini tidak ada jadwal latihan keselamatan bencana, jika terdengar pengumuman, berarti memang benar sedang terjadi bencana.

Benar-benar penyampaian prosedur keselamatan yang berguna ya. Minimal kita jadi aware terus dan tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana seperti gempa bumi saat meeting berlangsung, atau saat kita sedang di toilet.

* * *

Fleksi Day

Istilah fleksi day juga saya dengar dari perusahaan yang sama. Fleksi day jatuh pada hari Jum’at di minggu ke -2 dan minggu ke-4. Pada hari fleksi day, semua karyawan libur. Jadi liburnya dari hari jum’at hingga minggu. Karena menerapkan fleksi day, maka konsekuensinya jam wajib kerja karyawan menjadi sejak pukul 07:00 hingga 17:00.

Bagi karyawan, demi fleksi day, memperoleh 1 jam wajib kerja tambahan tiap harinya tentu tidak masalah, apalagi di Jakarta kalau pulang jam 16:00 pasti terjebak macet he he …

18 Agustus-an …

18 Agustus 2009 . 1 hari setelah negeriku ini merayakan kemerdekaannya. Tidak minta muluk-muluk, semoga negeriku ini bisa kembali aman dan tenang … just that.

18 Agustus 2009. Ini adalah hari pertama nge-blog lagi sejak pernikahan saya. Sudah 18 hari saya menjadi suami seseorang. Setiap bertemu seseorang, selalu muncul pertanyaanya ini : “Bagaimana rasanya menikah Yan ? Saya selalu menjawab : ” Benar kata Pak Angger, bahwa menikah itu hanya 5 persen saja enaknya, sisanya enak sekali hi hi”

Tapi memang kenyataannya seperti itu. Memang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata tentang indah dan nikmatnya menikah, tapi yang pasti hati menjadi lebih tenang, lebih teratur dan lebih bertanggung jawab. Cobaan pasti ada, wong saat sendiri cobaan juga ada toh, tapi yang namanya cobaan pasti ada penyelesaiannya dan bisa diselesaikan bareng-bareng.

Pokoknya bagi yang belum, semoga segera menyusul ya. Rasakan dan nikmati sendiri hi hi … 🙂

1 Hati 2 Cinta

Mata gadis kecil itu bercahaya ketika melihat ayahnya.

Sang ayah berkata kepada putrinya, “Zainab! Apakah engkau mencintaiku?”

“Ya! Tentu saja aku mencintaimu,” jawab putrinya.

“Apakah engkau mencintai Allah?” sang ayah terus bertanya.

“Sungguh aku mencintai Allah,” putrinya menjawab.

Imam Ali kemudian bertanya kepada putrinya, “Zainab! Bagaimana bisa satu hati mempunyai dua cinta?”

Sayidah Zainab menjawab, “Wahai ayah! Karena mencintai Allah, maka aku mencintai ayah.”

* * *

Kisah berjudul “1 Hati 2 Cinta”, dari buku Cerita-Cerita Favorit, Penerbit Al-Huda, hlm.115.

Bapak, Anak & Keledai

Zaman dahulu ada seorang Bapak, seorang Anak dan seekor Keledai yang  sedang melakukan perjalanan jauh menuju Persia.

Sang Bapak dan Sang Anak menunggangi keledai. Pada suatu saat mereka melewati sebuah kampung A. Penduduk kampung A berkomentar :

Bagaimana sih ?!? Kok bapak dan anak itu tega banget ya naik bareng-bareng di keledai itu. Kasihan khan keledainya.

Mendengar komentar itu sang Bapak pun langsung turun dari keledai dan membiarkan anaknya saja yang menaiki keledai. Saat melintasi kampung B, penduduk kampung B berkomentar :

Bagaimana sih ?!? Kok tega-teganya anak itu membiarkan bapaknya berjalan kaki sedangkan dia naik keledai.

Mendengar komentar itu, kali ini Sang Anak memutuskan untuk turun dan mempersilahkan Sang Ayah untuk gantian menaiki keledai. Begitu melewati kampung C, penduduk kampung C berkomentar :

Bagaimana sih ?!? Sebagai Ayah seharusnya dia lebih mementingkan Anaknya dong. Kok tega membiarkan anaknya berjalan kaki sedangkan dia santai-santai saja di atas keledai.

Mendengar komentar-komentar itu membuat Sang Bapak dan Sang Anak bingung. Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak naik keledai dan memilih untuk berjalan kaki saja sambil menarik si keledai. Beberapa lama kemudian mereka melewati Kampung D. Penduduk Kampung D berkomentar :

Ya ampun, goblok banget ya Bapak dan Anak itu. Punya keledai tapi tidak dimanfaatkan, lalu buat apa keledai itu kalau tetep memilih jalan kaki.

Waduh jadi serba salah nih kata Bapak dan Anak itu. Sangking jengkelnya, akhirnya Bapak dan Anak itu memutuskan untuk menggendong keledai itu bareng-bareng he he he (*)

* * *

* Diceritakan oleh Mbak Intan. Apa hikmah yang bisa diambil dari kisah ini ya ?

Zona Ideal untuk Hidup

Tadi pagi saya membaca artikel menarik berjudul “Kepler dan Pencarian Saudara Semesta” (Kompas 11 Maret 2009). Tentang sebuah misi kepler yang mencari zona ideal hidup lainnya.

Misi kepler bertujuan menemukan planet di luar tata surya yang menyerupai Bumi. Jadi, yang akan dicari kepler adalah planet kecil (tidak sebesar Jupiter atau Saturnus) dan bebatuan, yang mengorbit bintang induk (seperti Matahari) dengan jarak yang tepat.

Artinya, jarak tersebut tidak terlalu dekat sehingga air mendidih, tetapi juga tidak terlalu jauh sehingga air membeku. Jarak yang ideal bagi kehidupan ini sering disebut sebagai “Zona Bisa Didiami” (habitable).

* * *

Kepler adalah teleskop yang akan diluncurkan ke luar angkasa dan mengorbit mengelilingi Matahari sehingga pandangannya tidak terhalang Bumi.

Hal ini masih merupakan bagian dari usaha menjawab pertanyaan, apakah ada planet yang juga bisa didiami di luar galaksi kita, jika ada kemungkinan besar di planet itu juga terdapat makhluk hidup yang menunggu komunikasi dengan kita (bumi).

Terlepas dari usaha diatas, saya sangat kagum dengan yang mendesain alam semesta ini. Planet Bumi diletakan di posisi ideal untuk mengorbit matahari , sehingga Bumi dapat didiami, bandingkan dengan posisi Pluto yang membuat suhu menjadi beku atau posisi Mars yang suhunya panas sekali. Subhanallah !!!

Foto Dalam Flashdisk Yang Bikin Repot

usb_pilTadi pagi saya belanja ke sebuah minimarket. Biasanya kasir hanya menempelkan barcode ke reader-nya. Tapi tadi pagi mereka terpaksa mencatat di kertas dan menghitung menggunakan aplikasi kalkulator di Window.

Penyebabnya foto dalam sebuah flashdisk. Karena ingin melihat foto, flashdisk ditancapkan begitu saja pada komputer kasir, akibatnya virus masuk dan mematikan aplikasinya. Parahnya tenyata komputer yang terinfeksi virus merupakan server, sehingga komputer lain tidak bisa mengakses database.

Hi hi hi jadi repot karena untuk menghitung total belanjaan saya, sang kasir harus bolak balik mengecek harga barang ke tempat penyimpanan barang, padahal saya beli bermacam-macam barang dari rak-rak yang berbeda.

Flashdisk memang salah satu media penyebaran virus yang cepat. Apalagi sekarang banyak virus komputer yang meman  diprogram untuk menyebar via flashdisk. Menurut survey trend micro di Jepang 2008 yang saya sadur dari materi Sharing Vision, penyebaran virus melalui flasdisk ini mencapai 53,7% dan terus mengalami peningkatan. Tidak hanya itu, Flashdisk juga salah satu penyebab hilangnya data-data penting milik kita.

Saat ini mencari dan menggunakan flashdisk sudah sangat mudah. Wajar sih, coba tengok saja di pasaran tersedia flashdisk dalam berbagai bentuk unik, menarik, kapasitas besar dengan harga hanya 50 ribu sampai 60 ribu saja .

So, lebih berhati-hati dalam pengunaan Flashdisk, jangan asal tancap 🙂

* Gambar flashdisk saya ambil dari sini