Bebek, Ayam Jantan, Merak, Gagak

Bebek itu kerakusan, karena paruhnya selalu ada ditanah

Mengeruk apa saja yang terbenam basah atau kering

Tenggorokannya tak pernah santai satu saat pun

Ia tak mendengar firman Tuhan selain

“kuluw wasyrabuw” (Makan, minumlah!)

Seperti penjarah yang merangsek rumah

Dan memenuhi kantongnya dengan cepat

Ia masukkan ke dalam kantongnya baik dan buruk

Permata atau kacang tiada beda

Ia jejalkan ke kantong basah dan kering

Kuatir pesaingnya akan merebutnya …

* * *

Ayam jantan penuh nafsu dan ketagihan nafsu

Mabuk dalam anggur tawar yang beracun …

* * *

Merak berwarna ganda

Memamerkan dirinya demi kemasyuran dan nama

Cita-citanya hanya merebut perhatian manusia

Tak peduli baik buruk, hasil dan manfaatnya …

***

Suara berkoak burung gagak

Meneriakan permintaan panjang di dunia

Seperti iblis gagak memohon yang Mahasuci

Kehidupan abadi sampai hari kebangkitan

Iblis berkata. “Berikan aku tempo sampai hari kebangkitan.”

Bukankah sepatutnya ia berkata,” Aku bertaubat duhai Tuhanku.”

Hidup tanpa taubat adalah bencana jiwa …

***

Bebek, Ayam Jantan, Merak dan Gagak menurut Jalaluddin Rumi. Bebek melambangkan kerakusan, Ayam Jantan melambankan nafsu, Merak melambangkan kesombongan dan Gagak melambangkan keinginan abadi.

4 thoughts on “Bebek, Ayam Jantan, Merak, Gagak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s