Untuk Para Penegak Hukum Tersayang

Dalam beberapa hari ini, saya mendengar beberapa pernyataan bernada minor mengenai polisi, jaksa, hakim dan pengacara. Misalnya, “Jangan mengambil profesi penegak hukum, kurang berkah” atau hindari dunia peradilan yang sudah tidak bersih“.

Menurut saya, tidak ada yang salah dengan komentar-komentar minor diatas, karena pasti ada sebabnya hingga sebagian besar masyarakat sudah tidak percaya terhadap para penegak hukum. Tapi saya yakin tidak semua para penegak hukum tidak baik, pasti ada yang bekerja sesuai dengan etika profesi dan menepati sumpah jabatannya.

Dan, coba bayangkan jika tidak ada sama sekali para penegak hukum, siapa yang mau mengatur lalu lintas, siapa yang mau membela orang-orang lemah dalam pengadilan, siapa yang harus menangkap pembunuh, siapa yang mau mengadili …

Jika tidak ada penegak hukum berarti kita kembali ke zaman purba dimana tidak ada yang namanya negara dan instrumen pendukungnya, seperti para penegak hukum.

Bagi para penegak hukum dan calon penegak hukum yang baik. Berusaha saja sekuat tenaga, seperti burung kecil yang berjuang memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim. Dengan paruhnya yang mungil ia terbang ke samudra, mengambil air, menyimpannya dan berusaha menjatuhkannya dari tempat yang sangat tinggi, berharap bisa memadamkan api Namrud. Seluruh binatang dan tumbuhan menertawakannya. “Bagaimana mungkin paruh yang kecil itu dapat mengambil air untuk memadamkan api Namrud ?”

Mendengar ini burung kecil itu menjawab, “Aku tahu aku tidak akan pernah bisa memadamkan api Namrud, tetapi aku ingin Allah Ta’ala mencatat aku sebagai makhluk yang pernah berusaha untuk memadamkannya.

2 thoughts on “Untuk Para Penegak Hukum Tersayang

  1. doelsoehono

    Salam

    kalau bisa mas jangan mencari penegak hukum yang di masa kecilnaya selalu suka di suapin …nantinya kalau jadi penegak hukum adanya minta di suap terus .

    pokoknya wes-wes mumet kabeh .

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s