Kerendah-hatian untuk Tidak Cepat Menilai

Statistik menunjukkan bahwa di antara berbagai masalah, ternyata yang benar-benar merupakan masalah hanya 7 %, sisanya (93 %) adalah masalah yang diciptakan oleh “kecerdasan” manusia itu sendiri. Bagaimana pikiran kita menilai sesuatu itu tidak baik, sesuatu itu tidak seharusnya begini atau begitu, seringkali teramat subyektif, dan oleh karena itu tidak valid. Keterbatasan fikiran manusia, membuat banyak simpulannya bersifat relatif.

Beberapa hal yang layak kita pertimbangkan sebelum menilai perbuatan orang lain sebagai baik atau buruk misalnya adalah :

  1. Apakah kita mengetahui konteks perbuatan orang itu ?
  2. Apakah kita mengetahui masalah – masalah yang sedang dihadapi orang itu ?
  3. Apakah kita mengetahui apa yang sebenarnya diharapkan orang itu dari perbuatannya ?
  4. Apakah kita mengetahui sistem pemikiran orang itu secara menyeluruh ?

Bila kita tidak mampu menjawab dengan yakin keempat pertanyaan tersebut, mungkin memberikan ruang bagi setiap individu lain untuk berbuat sesuai dengan keinginan, pikiran, konteks dan masalah mereka sendiri adalah salah satu tanda tingginya kecerdasan spiritual.

Kebiasaan untuk selalu secara sentralistik menilai kejadian dan perbuatan orang lain dengan ukuran – ukuran subyektif kita akan menyebabkan banyak hal yang sebenarnya bukanlah masalah menjadi masalah, seperti halnya hasil survey di atas, bahwa dari semua masalah yang ada, yang benar – benar merupakan masalah hanyalah 7 %. (*)

* * *

* Dikutip dari buku  berjudul Sepia, karangan, Pak Khairul, Pak Angger & Pak Dim, ada di hlm. 35-36.

4 thoughts on “Kerendah-hatian untuk Tidak Cepat Menilai

  1. doelsoehono

    Salam …

    kalau menurut saya pribadi masalah timbul itu karena adanya kontex yang perlu di perbaiki yang menurut banyak pertimbangan ataupun wawasan dari lingkup itu sendiri …
    secara garis besar menurut saya kita tidak boleh memponis sesuatu yang belum tentu kebenarannya ,karena semua yang ada pada kita akan dimintai pertanggung jawabannya …..Manusia yang mendekati sempurna adalah yang bisa menjaga Hati dan Lidahnya …(halah sok tahu ya )….:) Thanks

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s