Menghadapi Diri Sendiri

Tadi pagi adalah pertandingan terakhir kami di paruh musim ini. Sekedar evaluasi, alhamdulillah hasilnya diluar target kami semula. Untuk sementara kami dapat menempati posisi pertama, merupakan pencapaian yang luar biasa karena kami dapat mengambil poin penuh dalam 9 pertandingan.

Melelahkan ? iya melelahkan, Menyenangkan, iya  sangat menyenangkan. Sehat ? Pasti sehat, itu yang terpenting. Selain itu senang sekali melihat teman-teman dapat menikmati setiap pertandingan yang dijalankan.

Di masa rehat satu minggu ini kami perlu memikirkan kembali strategi dan pola bermain apa yang akan digunakan untuk menghadapi 9 pertandingan lagi. Tapi sepertinya tidak akan banyak berubah, kecuali masuknya wajah baru agar ada suasana baru dalam tim.

Tantangan terbesar dalam 9 laga tersisa adalah menghadapi motivasi bertanding lawan-lawan kami, tentu saja mereka ingin membalas kekalahan mereka sebelumnya. Untuk itu kami harus tetap mengganggap semua lawan itu berat karena memang pada kenyataannya seperti itu.

Tantangan terakhir adalah menghadapi diri kami sendiri, mengutip nasehat Pak Dim :

Bermainlah dengan hati, hilangkan ego & bermainlah untuk orang lain

8 thoughts on “Menghadapi Diri Sendiri

  1. Wendy

    Memang betul Mas, Lawan terberat kita adalah diri kita sendiri, jika kita bisa menguasai dan mengontrol diri kita masing-masing InsyaAllah sisa pertandingan kedepan bisa kita lalui dengan hasil yang memuaskan 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s