Teratur, Tidak Teratur

Kemarin sore saya mengantar rekan kerja kami Patrick Lambe menuju hotelnya, ya jaga-jaga saja agar dia tidak nyasar & dibawa muter-muter sama supir taksi yang iseng he he.

Ada beberapa hal yang menarik dari obrolan kami. Pertama saat saya meminta maaf karena sempat terjebak macet di daerah Bunderan HI, Patrick mengatakan ah tidak masalah toh banyak hal yang menarik , di negara saya semua lebih terorganisir, tapi terkadang kita butuh sedikit kekacauan agar hidup ini menarik, ya contohnya seperti macet ini, jawab Patrick.

Patrick menambahkan bahwa manusia itu pada dasarnya ya seperti itu, ingin mencoba yang berbeda. Jika kita tinggal di daerah yang serba terorganisir, terkadang kita menginginkan sedikit kekacauan agar hidup lebih menarik. Atau contoh lain jika kita berasal di daerah yang dingin, biasanya kita ingin merasakan bagaimana tinggal di daerah yang panas.

Betul nggak ya ? Tapi mengenai macet ini sindiran secara halus atau apa he he he ?

Iklan

8 thoughts on “Teratur, Tidak Teratur

  1. doelsoehono

    salam….

    memeng hidup kita butuh teratur dan butuh juga untuk tidak teratur ,tapi kita boleh mengatur dan harus menerima untuk di atur : E : Ngalantur πŸ™‚

    Balas
  2. intan

    setuju Pak APIQ, di Jepang aja sampe ada kursus tersenyum gara-gara lingkungan disana mendidik mereka kaku-kaku…kata suamiku Indonesia itu selalu dia kangeni karena disini dia bisa berbuat sesuka hati dia (Negara Sekarep Dewek)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s