Tersesat : metode baru meminta uang

Saat sedang berjalan pernahkah anda ditanya seseorang yang mengaku tersesat atau sedang menuju ke suatu tempat yang cukup jauh jaraknya. Pasti pernah ya ? Tetapi jika diikuti dengan permintaan bantuan uang untuk ongkos perjalanan karena dompetnya hilang, tertinggal atau kehabisan uang ?

—-
orang tersesat : Mas ke Lembang masih jauh ya ? Naik apa ya dari sini ?

Saya : Hmm, masih jauh mas kira-kira … (langsung dipotong oleh orang tersesat)

orang tersesat : dompet saya kok bisa hilang ya, turun dari bis, nggak terasa. Bisa tolongin saya nggak mas untuk ongkos.

Saya : (buka-buka dompet)

orang tersesat : Kalau bisa 10.000 ada nggak ?

Saya : ??? … Ini mas saya hanya bisa bantu separuhnya.

orang tersesat : oh iya nggak apa-apa mas, makasih mas. (langsung pergi meninggalkan saya)

——

Perasaan tadi dia tidak tahu arah menuju Lembang. Dia juga tidak tahu harus naik angkot apa. Beberapa kali saya mengalami hal seperti ini, jadi bingung, apakah benar-benar tersesat dan kehabisan uang, atau suatu metode baru untuk meminta uang. Ada yang pernah mengalami hal seperti ini ?

9 thoughts on “Tersesat : metode baru meminta uang

  1. gajahkurus

    Hati-hati mas dengan orang sesat dan menyesatkan πŸ™‚

    Akhir-akhir ini modus mencari uang dengan cara gampang lagi tren, tinggal pasang muka memelas, bawa bayi, berbekal kamoceng, atau kecrekan dari kaleng. Nampaknya lowongan kerja di bidang ini tengah menjamur tidak dibutuhkan keahlian khusus cukup bermuka tebal dan nekad. Mengemis/memeras nampaknya sudah jadi profesi.

    Pernah suatu ketika saya memergoki seorang pengemis yang sedang ber-hp ria. HP-nya itu lho bikin ngiller sarat dengan teknologi canggih…duh!

    Balas
  2. Rayyan Sugangga Penulis Tulisan

    @ Apiqquantum
    Mohon petunjuknya Pak πŸ™‚

    @ Gajah Kurus
    Yang bikin kesal terkadang anaknya disuruh meminta-minta, lalu orang tuanya hanya duduk-duduk sambil ngobrol dan makan di balik pohon.

    @ Rois
    Atau diajak main Badminton sama Pak Angger he he

    @ Rhein
    Ternyata tia juga sering mengalami ya

    @ Oemar Bakrie
    Kalau pura-pura tersesat, jangan-jangan dia nanti yang malah membantu saya he he. Ide bagus pak

    Balas
  3. rnazahra

    Aq pernah… pas di kampus ma di stasiun Gambir, Yang di kampus ibu-ibu paruh baya… tapi kliatannya memang gih kesulitan uang buat pulang… Yang bapak2 mau ke bandung, bilang gak punya ongkos, pake nunjukin KTP segala…. πŸ˜₯ tapi dari raut mukanya bener-bener susah sepertinya….
    Apa perasaanku aja ya…
    Wah… kalo gini, gmn caranya biar tetep positif thinking ya… binggung deh kalo di salah gunakan gini… 😦

    Balas
  4. naazmu

    Salah satu teman saya cerita dia baru mengalamin-nya belum lama,kejadiannya dia lagi sama pacarnya naik angkutan umum Kopaja di Jakarta, ada anak kecil minta2 sambil menggendong bayi (ngga tau adik-nya beneran apa bayi sewaan ya). anak kecil itu duduk di deket pintu keluar,ngga lama kemudian anak kecil itu ngebentur2in kepala bayinya beberapa kali ke pintu bis sambil nangis. spontan semua penumpang bis pada kaget.

    Penumpang Bis : Kenapa kok bayinya di bentur2in ke pintu, kan sakit ??
    Anak Kecil : abis dari tadi ngga ada yang ngasih uang !!

    karena rasa kesian hampir semua penumpas bis tsb langsung pada ngasih uang ke anak kecil itu.

    apa ini salah satu modus baru untuk minta2, apa emang karena anak kecil itu udah putus asa ngga ada yg ngasih duit. tapi kenapa bayi itu yang ngga tau apa2 yang jadi korban. waks..Jangan gila donkkk…:)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s