berFilsafat Ikan

Seperti pasar ikan pada umumnya, berbagai jenis ikan tersedia di pasar ikan ini dan bau amis ikan segar yang menusuk hidung juga ada. Yang berbeda dari pasar ikan ini adalah suasananya. Para penjual ikan begitu ceria dan sangat ramah melayani pembeli.

Ikankah itu yang beterbangan di udara? Jangan-jangan saya salah lihat; kemudian hal itu terjadi lagi. Salah satu penjual ikan yang terlihat mencolok dengan celemek putih dan sepatu bot karet hitam yang tinggi, mengambil ikan ukuran besar, melontarkannya ke atas, dan berteriak, “Seekor salmon terbang ke Minnessota.” Kemudian semua penjual ikan menirukan secara bersama-sama, “Seekor salmon terbang ke Minnesota.” Lelaki penjaga gerai tersebut secara menakjubkan menangkap ikan itu dengan satu tangan, kemudian mengganggukkan kepalanya kepada para pembeli yang bertepuk tangan untuk atraksinya. Semangat yang ditimbulkannya luar biasa.

Di sebelah kanannya, penjual ikan yang lain dengan jenaka menggoda seorang anak laki-laki dengan menggerakkan mulut seekor ikan besar dan membuat ikan itu seolah-olah bicara, anak laki-laki tersebutpun tersenyum simpul.

Pasar ikan yang memiliki suasana berbeda seperti diatas adalah Pike Place Fish yang terletak di Seattle. Banyak orang sengaja berkunjung kesana hanya untuk mengetahui bagaimana cara menciptakan suasana tempat kerja yang menyenangkan dan membuat kita mencintai pekerjaan rutin kita meski sebenarnya kita tidak menyukai pekerjaan itu. Pasar ikan di Seattle yang terkenal ini menciptakan suatu filsafat yang dikenal dengan Filsafat Ikan. Suatu filsafat yang menawarkan kebijakan yang mudah dicerna, langsung bisa diterapkan dan sangat mendalam.

Inilah konsep Filsafat Ikan :

  • Pertama, pilihlah sikapmu. Kita bisa memilih sikap kita setiap hari. Saat kita bekerja, kita mau jadi apa ? Menjadi pemarah atau membosankan atau menjadi seseorang yang menyenangkan.
  • Kedua, bermain. Anggaplah bekerja seperti bermain sesuatu yang kita senangi. Timbulkan kesenangan dan kegembiraan saat bekerja sehingga menimbulkan semangat.
  • Ketiga, jadikan hari yang membahagikan mereka. Jangan lupa ajak dan libatkan pelanggan agar pelanggan ikut terbawa senang dan bergembira juga.
  • Keempat, hadir. Jangan melamun atau memikirkan hal lain, perhatikan dan berinteraksilah dengan pelanggan. Anggap pelanggan seperti teman lama kita.
filsafat_fish_scan.jpg

* Semangat Filsafat Ikan dari buku berjudul Fish!

buku_fish.jpg

Iklan

5 thoughts on “berFilsafat Ikan

  1. kutamaneuh

    Betul mas, ketika kita berpapasan dengan orang yang tidak kita sukai atau lebih dalam lagi menjadi musuh dalam selimut menurut versi kita, mampukah kita menyapa nya dengan muka ceria atau malah muka masam ? 🙂

    Balas
  2. singo edan

    In the name of Allah, the Most Compassionate and the Most Merciful.
    People sometimes ask me if I don’t miss the freedom of being my own boss now that I work for BO Dims. The thing is, I think I’m freer now than I was when I ran my own company. Being your own boss usually means that your customer is your boss and they have never heard of any employment protection laws. Being free to make sure all computers and the network work the way they are supposed to be can be a bit overbearing. But it is not just that; working for BO Dims involves a lot of freedom in itself.
    Everybody by now probably has heard of the 20% rule, i.e. you get to spend 20% of your time on whatever do you like. A lot of the rest of the work, however, is like that too. The rest of your time you work on an official CRM that was handed down to you, though they do ask you what would interest you. But they don’t tell you what to do. You have to understand the why of the project and then come up with targets and a plan yourself. Then you go do it and afterwards you evaluate yourself. It’s not so different from running your own company.
    Weirdly enough it works. People tend to keep long hours and pick tough assignments to do. There probably are some slackers at BO Dims, but I’ve never heard of them. It is the same as with the 20%. Some publications suggested that people walk their wifes, read to their children in the 20%. They don’t. They try their best to come up with the next big thing and do it. Freedom is a demanding mistress.
    Partly this is of course due to the fact that most of my colleagues used to be the best employees by far in the place where they worked. Then they choiced to BO Dims and suddenly they were just one of the many brilliant people. So now they suddenly need to work hard to make it clear to everybody that they are still the best. The other part is of course that the work is really interesting. Most BOers would answer the question ‘what would you do if you got a few million rupiahs’ answer with ‘still work for BO Dims.’ Quite some have answered that question that way.

    Balas
  3. Rayyan Sugangga Penulis Tulisan

    @ kutamaneuh
    Seharusnya harus tetap bisa selalu tersenyum (asal jangan senyum-senyum sendiri he he he). Lebih bagus lagi kalau kita dapat tetap berpikir positif dan hati tetap tenang.
    Tapi memang kadang pikiran positif dan hati tenang ini bisa tiba-tiba seketika lenyap karena beberapa faktor (sangat kelelahan atau dalam keadaan sangat tertekan), kalau sudah begini yang keluar malah pikiran sebaliknya, serba negatif aja.

    Kalau sudah begini saya sangat menyesal, jangan biarkan pikiran negatif itu masuk. Mungkin bisa dicoba berFilsafat Ikan rame-rame he he he, untuk membentengi diri dari pikiran negatif.

    @ singo edan
    Always Do Your Best”: Always or Never? 🙂

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s