Orasi Ilmiah tentang Gempa, t-cash & (akhirnya) Nonton Pak BR nge-Band

Hari minggu lalu saya menghadiri Dies Natalies ITB ke 49. Saya sangat tertarik saat sesi orasi ilmiah mengenai Earthquake Geodesy yang disampaikan oleh Prof. Ir. Hasanuddin Z. Abidin, MSc., PhD., beliau menyampaikan bahwa sebenarnya Indonesia adalah negeri remuk redam. Lho kok bisa disebut negeri remuk redam ? Karena semua lempengan bumi bertemu di daerah Indonesia, hal ini yang menyebabkan sering terjadi gempa di Indonesia. Gempa yang sering terjadi ini getarannya sangat kecil atau tidak sampai menimbulkan efek pada dataran, tapi terkadang efeknya bisa sangat dasyat seperti Gempa Aceh dan Yogyakarta. Jadi ingat seorang teman di Padang yang mengatakan bahwa di Padang sering terjadi gempa kecil, sehingga ia sudah terbiasa.

Bagaimana dengan Bandung ? Tim Pak Hasanuddin Z. Abidin hingga saat ini masih mengawasi dan meneliti pergerakan sesar atau patahan lembang yang pernah menyebabkan gempa besar di Bandung beberapa tahun lalu, kalau saya tidak salah dengar sekitar tahun 1918. Dengan mengawasi dan meneliti pergerakan sesar diharapkan dapat ditemukan perkiraan kapan terjadinya gempa berikutnya. Seram banget membayangkannya. Pesan Pak Hasanudin, sebagai manusia sekaligus ilmuwan kita hanya bisa mencari tahu kenapa (how) gempa terjadi, tapi tetap sulit untuk mengetahui kapan (when) gempa terjadi dan kenapa terjadi di daerah itu.

Launching t-cash, digital cash pertama di Indonesia

cash_in2.jpgKita tidak perlu membawa uang dalam dompet lagi, cukup membawa uang digital yang disimpan dalam HP kita. Ya kira-kira itulah konsep dari t-cash milik Telkomsel saat peluncurannya usai acara Dies Natalies ITB ke 49. Saya sendiri kemarin sudah mencoba memasukan uang digital ke dalam HP saya (cash in). Caranya cukup mudah, datang saja ke gerai t-cash, lalu minta saja diisikan uang digital. Saya mencoba mengisi dengan Rp. 100.000 dan berhasil, sangat cepat (dapat kaos lagi he he, lagi promo sih).

Sayangnya untuk saat ini di Bandung, t-cash masih hanya dapat digunakan di website ITB saja, yaitu untuk pembelian konten-konten digital seperti makalah, jurnal dan lain-lain. Di Jakarta t-cash sudah bisa digunakan di berbagai merchant seperti Indomaret, Fuji Image Plaza dan lain-lain. Ayo Telkomsel perbanyak merchant t-cash di Bandung dong, saya sudah punya uang digital dalam HP saya, saya ingin beli tiket bioskop menggunakan t-cash he he he

Pak BR nge-Band

Acara Dies Natalies ITB ke 49 dan peluncuran t-cash kemarin dihibur dengan penampilan band Pak BR. Wah akhirnya saya bisa menonton Pak Budi Rahardjo bermain dengan band-nya. Terlihat sudah sering latihan dan jam terbang manggungnya sudah tinggi. Permainan musiknya sangat rapi dan kompak, apalagi didukung 3 vokalis yang suaranya bagus-bagus. Kemarin band Pak BR, membawakan lagu-lagu asyik seperti Cintaku-Chrisye, Prahara Cinta-Hedi Yunus, Kenangan Terindah-Samsons, dll.

pak_br_ngeband.jpg

Iklan

3 thoughts on “Orasi Ilmiah tentang Gempa, t-cash & (akhirnya) Nonton Pak BR nge-Band

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s