(Lamanya) Mengurus Merek

Kemarin saya dan paman saya Faraday, berkunjung ke Dirjen HaKI di Tangerang untuk memantau proses pendaftaran merek kami yang berkasnya sudah dimasukan sejak Juli 2007. Menurut keterangan dari pihak Dirjen HaKI, merek kami sudah ada yang menggunakan dan terdapat kesamaan di kelas barang/jasa pendidikan keagamaaan dan jasa klub hiburan.

Solusinya berarti Dirjen HaKI harus mencoret/menolak sementara, lalu merek didaftarkan kembali dengan menghapus kelas barang/jasa pendidikan agama dan jasa klub hiburan, artinya merek kami ini tidak boleh digunakan untuk bisnis atau usaha di bidang pendidikan keagamaan dan jasa klub hiburan. Okelah tidak apa-apa, toh merek kami ini memang digunakan bukan untuk bisnis di kedua bidang tersebut.

Kenapa begitu lama ya ?

Saya belum menemukan peraturan atau literatur lain yang menunjukkan berapa lama maksimal waktu pengurusan pendaftaran merek, ada yang tahu ? Karena itu saya menanyakan hal itu ke pihak Dirjen HaKI, menurut mereka prosesnya lama karena :

  • Pertama, karena SDM yang ada di Dirjen HaKI hanya cukup untuk menyelesaikan maksimal 20 berkas setiap harinya, padahal berkas permohonan HaKI yang masuk setiap hari bisa ratusan atau ribuan.
  • Kedua, belum ada aplikasi yang bisa mempermudah proses cek-ricek suatu merek, jadi semua masih serba memeriksa berkas-berkas yang bertumpuk-tumpuk.

Terlepas dari lamanya waktu proses pendaftaran merek ini, yang penting merek kami ini aman digunakan dan pasti akan terbit sertifikatnya, hanya memang harus sabar. Tapi menurut saya ini salah satu yang menghambat perkembangan usaha di Indonesia, masak ngurus merek saja sampai 1-2 tahun. Seharusnya bisa lebih cepat nih, saya membayangkan pengurusan suatu merek bisa secepat pengurusan pembelian nama domain.

Iklan

9 thoughts on “(Lamanya) Mengurus Merek

  1. phpurnama

    Jangan heran dik…! di tubuh pemerintahan kita masih jarang yang mau maju. Takut pendapatannya berkurang kale… HaKI hanya salah satu contoh saja.
    Indonesia itu KAYA & PINTAR tapi yang kebetulan lagi duduk di pemerintahan otaknya lagi pada jongkok.
    Tapi aku mulai bahagia lho…….. sekarang kabupaten sragen udah mulai berdiri ‘otaknya’ karena bupatinya mantan profesional perusahaan asing yang ingin berbakti pada daerahnya.
    ANDAI……… para pemimpin kita tidak hanya mikir PERUTNYA AJA…….

    Balas
  2. intan

    nanti kalo dibikinin databasenya juga ga jalan Mas…..lha moralnya belum diperbaiki…btw ini jadi satu kasus nyata Mas Rayyan di bidang Hukum, syukur2 bukan hanya merek yang berhasil dipatenkan tetapi sedikitnya merubah mental “para pemerintah”

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s