Esensi Silahturahmi

Perjalanan Jakarta-Bandung kemarin saya habiskan dengan mendengarkan rekaman ceramah. Tentunya dengan menggunakan earphone, agar tidak mengganggu penumpang travel yang lain πŸ™‚

Tema yang dibahas bermacam-macam, menarik sekali. Ada satu hal penting yang saya ingat dari rekaman ceramah itu. Yaitu mengenai inti dari silahturahmi. Menurut penceramah, esensi dari silahturahmi sebetulnya adalah give something atau memberi sesuatu, artinya jika kita berniat silahturahmi, seperti berkunjung ke kediaman seseorang, hendaknya kita membawa sesuatu atau memberi sesuatu. Jika kita tidak membawa sesuatu, berarti sebetulnya orang yang kita kunjungi itu yang bersilahturahmi terhadap kita.

kocksmurf.gif

Bentuk silahturahmi yang lain seperti mengirimkan kado kepada saudara kita yang ulang tahun atau misalnya jika kita tidak sempat mengunjungi orang tua yang tempat tinggalnya di luar kota, akan lebih baik jika kita rutin mengirimkan sesuatu kepada mereka daripada kita berkunjung langsung tanpa membawa sesuatu. Tentunya berkunjung ke orang tua tanpa memberikan sesuatu juga tidak dilarang, namun akan lebih baik jika disertai dengan membawa atau memberi sesuatu.

Menurut penceramah itu, jika kita rajin menerapkan silahturahmi yang seperti ini, insyaallah hal ini yang membuat kita panjang umur.

Setelah mendengarkan ceramah ini, saya jadi teringat pernah membaca tulisan sejenis yang berjudul “Meraih Kemakmuran, Umur Panjang dan Kebagiaan Dunia dan Akhirat Melalui Silaturrahim“, bisa dibaca disini

Iklan

10 thoughts on “Esensi Silahturahmi

  1. Ping balik: PP 76/2007 >> Perkembangan Manfaat Jamsostek,, « Istana Ratu Tebu

  2. Dy

    seperti berkunjung ke kediaman seseorang, hendaknya kita membawa sesuatu atau memberi sesuatu.

    ini nih, sebenarny termasuk salah satu kebudayaanny orang jepang lho. Jika kita sebagai tamu sebaiknya memang bawa oleh2, dan biasanya itu makanan..walau tetap tuan rumah, pasti nyediain makanan sih. tapi kalau kita bawa oleh2 juga, terlihat lebih sopan. dan itu tata kramanya.
    beda kan yah, ama kita. yang namanya tamu itu ya tamu. tuan rumah yang nyediain makananny.

    Balas
  3. Ping balik: Peluang Untuk Mengembangkan Diri « Rayyan Sugangga, Ayo Berbagi …

  4. roy gomellim

    kekuatan silaturahim itu memang memiliki kukuatan yang luar biasa, tapi sayang pemimpin kita kurang memperhatikan makna silahturahim.

    Balas
  5. roy gomellim

    mari kita ajak pemimpin kita agar banyak melakukan silaturahhim sama rakyatnya agar kemakmuran bangsa segera terlaksana sesuai apa yang dicita-citakan oleh para pendiri republik yang kita cintai ini.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s