Sudah Biasa, Jadi Cuek Aja

Membaca postingan mas Amir, mengingatkan kembali bahwa kita harus selalu mengingat orang-orang disekitar kita, terutama yang telah membesarkan kita begitu lama, ikhlas, tanpa pamrih dan penuh kasih sayang. Terkadang karena rutinitas dan kesibukan sehari-hari, secara tidak sadar kita suka tidak memperhatikan mereka. Sekedar SMS atau menelpon beberapa menit sekedar menyapa pun kita tidak sempat.

Lebih jauh lagi, kemarin saat peringatan 10 Muharram saya diingatkan bahwa makin lama, makin banyak masyarakat yang tidak perduli lagi terhadap sekitarnya. Bencana terjadi dimana-mana, tapi coba lihat bagaimana respon masyarakat. Berbeda saat terjadi Tsunami di Aceh pada tahun 2004, sekarang seolah-olah bencana sudah merupakan rutinitas, sehingga rintihan dan kesulitan yang menimpa korban bencana alam seolah sudah biasa.

Lain halnya jika mantan presiden yang sakit, masyarakat berlomba-lomba menjenguk, para pemuka agama rajin mengadakan doa bersama, bahkan sampai wapres mengadakan pengajian khusus di lingkungan istana wapres untuk mendoakan kesembuhannya.

Bukan berarti saya tidak hormat dengan mantan presiden tersebut, saya tetap menaruh hormat dan mendoakan agar beliau dapat lekas sembuh. Yang membuat saya sedih, adalah tidak seimbangnya perlakuan pemerintah dan masyarakat terhadap mantan presiden yang sakit dengan jutaan masyarakat yang sedang tertimpa bencana atau musibah.

Sekali lagi jangan sampai bencana alam yang datang silih berganti dan kemiskinan menjadi hal yang biasa sehingga kita cuek saja.

Iklan

5 thoughts on “Sudah Biasa, Jadi Cuek Aja

  1. kutamaneuh

    He he ….? Kirain teh mas rayyan jadi cuek ke ibunya, ternyata ngak malah sebaliknya tambah sayang :D, wah beginilah akibatnya bila kita mencoba mengomentari sesuatu tanpa mengetahui semua tulisannya atau hanya di baca judulnya aja:D
    Jadi Inget Kalau gak salah nich, Imam Ali As. Pernah mengatakan Bahwa jika seseorang berbuat buruk, carilah seribu alasan mengapa dia berbuat buruk ?

    Balas
  2. Rayyan Sugangga Penulis Tulisan

    @ kutamaneuh
    Iya kalau jauh dari ortu dan adik-adik, tiap hari pasti inget ama mereka. Mengenai nasehat Imam Ali As, berarti maksudnya kita tidak boleh langsung mencap seseorang karena satu perbuatan buruknya ya ?

    Balas
  3. intan

    Wah….mengomentari 2 comment diatas bingung juga wise bener mereka berdua yaa….coba kalo indonesia disis dengan orang2 yang berakhlak seperti mereka berdua dijamin Indonesia akan menjadi negara yang sakinah mawadah warahmah

    Balas
  4. kutamaneuh

    Bukan itu maksudnya mas, bila ada yang berbuat buruk kepada kita, carilah 1000 alasan mengapa dia berbuat seperti itu, jadi berpikiran positif mas, positif thinking. he he ….

    Balas
  5. Rayyan Sugangga Penulis Tulisan

    Oh maksudnya itu, memang harus begitu. Mungkin contohnya seperti ini di jalanan yang sedang macet sekali, mobil di belakang terus menerus mengklakson kita. Berarti kita tidak boleh marah dulu, siapa tahu pengemudi mobil di belakang kita itu sedang kebelet pipis atau ingin menjenguk saudaranya yang sedang sekarat.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s