Bukan Hanya Sekedar Tusuk Gigi

Sebetulnya ini hanya uneg-uneg kecil aja yang menumpuk …

Uneg-unegnya tentang penghargaan terhadap konsumen di negara kita. Sepertinya konsumen di negara kita ini kurang dihargai. Maksudnya begini, kok sepertinya jika kita sudah membayarkan uang dan produk sudah di tangan kita, ya sudah selesai urusan selesai sampai disini saja. Atau mentang-mentang kita yang butuh banget, mereka bisa seenaknya.

Aku ceritakan berbagai pengalamanku saja, biat lebih kongkrit ini aku buat berdasarkan tanggung jawab pelaku usahanya :

Kategori Kurang Bertanggung Jawab

Aku pesan travel tujuan Bogor. Tujuan saya menjenguk saudara saya yang sakit. Saya dijanjikan akan dijemput sekitar pukul 12:00. Tapi hingga pukul 2:00, jemputan tidak datang juga. Akhirnya aku telp kembali ke customer servicenya dan menanyakan kenapa saya belum dijemput juga. “Oh iya mas, ternyata tadi supirnya ganti mobil dulu”, kata customer servicenya. “Gimana mas, tetap mau dijemput nggak Mas ?? , tambah customer service itu.

Aneh ya, sudah telat menjemput 2 jam, tidak ada pemberitahuan sama sekali. Saya harus telp kesana, tidak ada permintaan maaf atau bagaimana gitu, malah menanyakan tetap mau dijemput nggak. Setelah jemputan datang, supirnya hanya cengar-cengir tanpa permintaan maaf sama sekali. Yang lebih ajaib lagi, begitu memasuki Bogor, supirnya langsung bertanya : Dari sini yang paling dekat kemana dulu ya. Oke, komplit sudah ternyata supirnya nggak tahu daerah Bogor, padahal yang diantar banyak dan berbeda-beda tujuan. Saya langsung turun dan lanjut dengan taksi. Sungguh sayang padahal ini perusahaan travel besar dan sudah lama melayani jalur Bandung-Bogor.

Kategori Tanggung Jawab Setengah-tengah

Aku pesan produk melalui web, pesan sekali dan kedua lancar. Saat pesan yang ketiga kali, produk yang dikirim ternyata berbeda dengan produk yang biasa kita beli. Langsung saya telp karyawan tokonya dia berkata : “Maaf Mas, karena barang yang biasanya habis jadi kami tukar yang dengan yang ini, sama kok cuman beda varian aja”, kata karyawan tersebut. Lho, gimana bisa sama bentuk produknya memang sekilas sama, tapi bahan dan detailnya jelas tidak sama. Mereknya saja beda, driver dan aplikasi bawaannya juga beda.

Tidak menjadi masalah kalau dia mengatakan terlebih dahulu bahwa barangnya ternyata ditukar, untungnya mereka mau bertanggung jawab. Akhirnya barang saya kirim balik ke Jakarta untuk ditukar. Tidak lama kemudian ada sms masuk : Mas, tolong diselipkan uang 10.000 untuk ongkos kirim balik ke Bandung. Lagi-lagi kok baru bilang (agak kesel nih he he), tadi katanya cuman suruh kirim balik aja ke Jakarta, padahal barangnnya sudah terlanjur saya kirim balik ke Jakarta. Ya sudah nanti aku transfer aja …

Kategori Sangat Bertanggung Jawab

Ini cerita dari Acon. Saat acon makan bersama keluarganya pada sebuah restoran Jepang di Ciwalk. Dia hanya memberitahu bahwa di mangkuk nasinya ada potongan tusuk gigi. Bisa dibayangkan khan jika ini masuk ke tenggorokan atau lambung. Saat akan membayar di kasir, manajer restoran tersebut menggratiskan semua makanan yang di makan oleh Acon dan keluarganya. Ini baru bentuk tanggung jawab yang baik.

Saya juga pernah mengalami kejadian serupa di restoran yang berbeda, saya juga sekedar mengingatkan, tapi pelayannya hanya cengar-cengir saja tidak ada minta maaf atau bagaimana gitu, gimana kalau tusuk giginya sampai tertelan 😦

service_smile_small.jpg

Sebetulnya konsumen tidak meminta penghormatan layaknya seperti seorang raja. Konsumen hanya memerlukan pelayanan yang ramah, penuh senyum dan simpati. Beberapa tempat usaha yang sederhana dan sangat ramai dikunjungi, biasanya para pegawainya sangat ramah dan murah senyum … 🙂

Iklan

6 thoughts on “Bukan Hanya Sekedar Tusuk Gigi

  1. raddtuww tebbu

    hmmm.. jadi inget,, beberapa waktu lalu juga baca komplain pelanggan sebuah maskapai penerbangan (di kompas), untuk jurusan jakarta-semarang,, DIA udah pesen lama sebelum keberangkatan, tiket udah dapet. naaahh, supaya tidak telat, untuk penerbangan pagi, dia datang jam 5.30 untuk pnerbangan jam 7 pagi (*agak lupa jam 7 atau 7.30*) jadi pas mau check in, ternyata,, penerbangan dimajukan jadi jam 6!!!

    dan tau ga,, TIKETNYA DIANGGAP HANGUS!! parah bgt kan?? padahal dia gak di confirm!!!

    >>berita ada di kompas *akuw cariin linknya dulu ya*

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s