Tempe dimana ? nggak Tahu tuh !

Hari ini dikabarkan tempe dan tahu sudah sulit ditemukan di pasaran. Pantas saja kupat tahu langganan saya di pagi hari sudah beberapa hari tidak berjualan. Terpaksa beralih ke bubur ayam beberapa hari ini.

Penyebabnya ternyata harga kedelai yang naik hingga 150 %. Ya ampun, bukannya tahu dan tempe ini dari dulu merupakan makanan bergizi yang murah dan mudah dibuat. Sebagai perbandingan, produk mahal yang mengandung protein tingkat tinggi seperti whey dapat diganti dengan tempe. Tapi sekarang tempe menjadi susah diperoleh, kalaupun ada harganya naik 2 kali lipat.

Yang membuat bingung, negara ini adalah negara Agraris yang sangat subur. Wong, saya iseng-iseng membuang biji pepaya atau jeruk di depan rumah saja bisa tumbuh, kenapa kedelai begitu susah diperoleh di negara ini.

Sepertinya negara ini memang masih tidak fokus lagi dalam membangun negerinya. Tidak usah jauh-jauh memikirkan hubungan luar negeri yang baik atau mengembangkan teknologi militer yang maju. Mengusahakan makanan yang murah dan sehat untuk masyarakat saja susah. Tolong fokus ke satu produk pangan saja! Misalnya Thailand yang fokus dengan produksi berasnya. Negara ini luas dan subur lho, Jepang saja yang luas negaranya hanya segitu, biasa menanam padi atau tanaman lain di atap gedung pencakar langitnya, masak negara ini tidak bisa.

Alternatif lain negara ini fokus ke perikanan saja. Laut kita luas lho dan belum banyak dieksplorasi oleh negara kita sendiri. Laut kita lebih banyak dieksplorasi dan dicuri oleh negara lain.

Hayooo!!! Fokus ke salah satu saja, pertanian atau perikanan, yang penting rakyat biasa tidak kelaparan lagi.

Update : Minuman kesukaan susu kedelai juga sudah susah ditemui, kalaupun ada ekslusif dan jadi mahal 😦

9 thoughts on “Tempe dimana ? nggak Tahu tuh !

  1. raddtuww tebbu

    >>mba ade,,
    sama,, aku juga sempet baca..

    >>mas rayyan
    aku buang biji timun suri waktu bulan puasa kmaren ke belakang rumah,, udah tumbuhhh,, banyak buahnya,, gede2,, jadi dibagi ke tetangga deh,,
    *sekarang di belakang rumah jadi kayak kebon timun suri*

    tau timun suri kan??

    Balas
  2. Rayyan Sugangga Penulis Tulisan

    @ Ade
    Seharusnya ada De koperasi petani kedelai, kalau fokus dan detail, seharusnya ada koperasi petani kedelai, koperasi petani kacang ijo, dll.

    @ Ratu Tebu
    Timun Suri itu yang mirip timun cman besar dan warnanya kuning bukan ?

    Balas
  3. raddtuww tebbu

    sip,, mas rayyan pinter,, enak loh kalo buat buka puasa, ato diminum pas udara panas,, timun surinya dikerik, trus dikasih syrup melon pake es, trus pake selasih.. uhh.. segarnya.. murah meriah lagi.. 😀

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s