SUPER BIG MATCH Yang Mengganggu

Beberapa kali saya menonton siaran sepak bola Liga Indonesia. Tidak tahu kebetulan atau tidak, akhir-akhir ini pertandingan yang saya tonton biasanya yang terkena sanksi tanpa penonton. Hal ini mengakibatkan pertandingan berjalan adem ayem, tanpa tensi tinggi dan kurang greget dibandingkan pertandingan dengan dukungan suporter.Yang membuat saya agak terganggu dan agak geli adalah para komentatornya. Gaya komentar mereka lebih mirip gaya komentator tinju atau Smack Down, terkesan berlebihan dan tidak wajar. Lebih lucu lagi mereka selalu mengatakan bahwa pertandingan yang disiarkan adalah SUPER BIG MATCH. Seperti ini misalnya :

Selamat Sore pemirsa, kita bertemu lagi di siaran langsung Liga Indonesia. SUPER BIG MATCH antara Persigung melawan Persipa.

Ini adalah pertandingan antara 2 klub yang tidak terkenal dan tanpa penonton lagi, kenapa komentator tersebut tetap mengatakan bahwa ini partai SUPER BIG MATCH, dan itu berulang-ulang sepanjang pertandingan. Jika mereka tetap mengatakan partai ini SUPER BIG MATCH, lalu pertandingan seperti Manchester United versus Juventus termasuk kategori partai apa ? Super Super Big Match, Spesial Big Match atau Big Big Match he he he

Boleh-boleh saja menggunakan istilah SUPER BIG MATCH dan berkomentator seperti komentator tinju, tapi ya lihat-lihat dulu, klub mana yang akan bermain dan bagaimana suasana pertandingannya. Misalnya saat Persib melawan Persija, istilah SUPER BIG MATCH (mungkin) cocok digunakan.

———

Update : Sempat beberapa kali ngobrol ringan dengan Mas Poer dan Mas Didit tentang hal ini. Ternyata ada juga yang menuangkan uneg-uneg serupa di Harian Pikiran Rakyat hari ini >>

Iklan

2 thoughts on “SUPER BIG MATCH Yang Mengganggu

  1. Didiet

    Emang lucu sepakbola di negeri ini, termasuk televisinya. Katanya eksklusif, tapi tayangan dan komentatornya kayak gitu. Harusnya ganti aja istilahnya jadi Super Dagelan Liga Indonesia. Pernah liat partai PSIM vs Persiter? Itu sepakbola atau apa sih? Jadi wajar sajalah jika rakyat Indonesia lebih menyukai tontonan Liga luar negeri yang lebih sportif dan lebih menghibur. Bukannya tidak cinta sepakbola negeri sendiri, tapi dengan tontonan seperti itu, kualitas apa yang bakal diharapkan? Membentuk tim nasional yang tangguh? Wong mereka babak belur di ajang Sea Games. Harus reformasi total PSSI nya, termasuk Ketum nya :p

    I love you sepakbola indonesia….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s