Udara Segar di Punclut

Terbangun, sholat dan langsung memutuskan ikut. Mengalahkan keinginan menonton tim favorit saya Juventus yang sedang bertanding melawan Milan. Emang kemana sih, yan ? Minggu pagi sekitar pukul 3:00 WIB, Aul dan Idad mengajak pergi ke Punclut. Okelah saya ikut, sudah lama tidak hiking, mencari udara pagi segar yang tidak bisa didapat di kota. Lagipula saya tidak pernah ke Punclut.

Menuju Punclut, kita melalui jalan Ciumbuleuit, melewati Universitas Parahyangan, pokoknya naik aja terus sampai mentok. Lalu belok kiri, ikuti jalan yang ada, lalu belok kanan. Bersiap untuk off road atau serasa naik delman, sebab jalanannya tidak beraspal, malah sempat terjebak di kubangan tanah berlumpur. Terpaksa saya dan Idad turun untuk mendorong mobil, hasilnya sepatu belepotan penuh lumpur.

Setelah sempat nyasar ke pelosok-pelosok, akhirnya kita memutuskan berhenti di tanah lapang yang cukup tinggi. Ya, kita mengincar sunrise di pagi hari. Tapi sayang cuaca tidak cerah, langit dipenuhi awan gelap. Tapi kita tetap menunggu sampai matahari benar-benar terlihat. Seperti biasa Aul tidak akan melewati kesempatan ini untuk berfoto ria, Aul memang hobi fotografi.

Usai puas menikmati sunrise dan udara pagi. Saatnya untuk turun, melalui saung-saung tempat makan yang dibangun di tebing bukit. Para pekerja saung tersebut, sibuk membakar ikan segar atau ayam, menggoreng tahu tempe dan lain-lain. Karena lapar berat, kita putuskan mampir ke salah satu saung untuk sarapan. Menunya Nasi Merah, Ayam Goreng, Tempe, Tahu plus Sambal dan Lalapan. Nyam ..Nyam .. Nyam.

ā†’Tips ke Punclut : Kalau hari Minggu, jika naik mobil lebih baik parkir di sekitar Terminal Ciumbuleuit dan dilanjutkan dengan jalan kaki. Karena rame banget, penuh pejalan kaki, seperti di Gasibu. Atau jika tidak naik mobil, naik motor juga asyik.

Iklan

4 thoughts on “Udara Segar di Punclut

  1. Ali Akbar

    wah.. kapan ya aku terakhir kali ke punclut? memang segar di sana.. tapi aku kapok gara-gara melihat gundulnya bukit punclut (bukit punclut juga namanya) di seberang sana, ke arah dago… šŸ˜¦

    Balas
  2. naazmu

    Subuh2 banget sih,tadinya saya pengen ikut tapi ngantuk banget.tp asik jg sih kayaknya kesana pagi, apalagi denger2 kata mas rayyan rame kaya di gasibu.jadi penasaran nih,kapan2 kesana lg yuk ray….:)

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s