Goa Belanda: Dingin dan Gelap

Sore tadi saya meng-iyakan ajakan Aul, Toto, Acon, dan Idad untuk jalan-jalan ke Goa Belanda Bandung. Saya juga tidak begitu hafal nama jalannya, tapi yang pasti sebelum Dago Pakar, belok kiri. Kawasan wisatanya bernama Taman Hutan Raya Ir. H.Djuanda. Begitu sampai nanti ada banyak pilihan tempat yang bisa dikunjungi, ada hutan lindung, curug, Goa Jepang dan Goa Belanda.

Untuk menuju Goa Belanda kita harus berjalan sekitar 500 meter dari tempat parkir. Daerahnya masih sangat asri, banyak pohon dan tumbuhan, serta banyak monyet-monyet liar berkeliaran bebas.

20071127_0186.jpg

Dari Kiri :Idad, Toto, Aul, Acon dan Saya

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya sampai juga di pintu masuk Goa Belanda. Tepat di pintu masuk ada bapak yang menawarkan sewa lampu senter karena kata bapak tersebut di dalam gelap. Karena bingung kita sewa 3 lampu senter sekaligus minta tolong bapak tersebut untuk memandu kami.

Ternyata benar di dalam gelap sekali, tanpa lampu senter tidak akan terlihat apa-apa. Suasana di dalam goa dingin sekali, dan saya kok merinding terus ya, makanya saya berusaha tidak jauh dengan teman-teman yang lain. Fungsi Goa Belanda ini adalah sebagai Terowongan Air PLTA, saat PD II hampir mulai Goa ini menjadi Pusat Komunikasi Rahasia Tentara Belanda sedangkan saat zaman kemerdekaan dimanfaatkan sebagai gudang mesiu.

Ada sekitar 15 lorong yang dapat dilalui dan berbagai ruangan yang dapat kita masuki, seperti ruang komunikasi, ruang tahanan, ruang interogasi yang pernah dijadikan tempat acara uji nyali di sebuah acara TV dan gudang senjata. Tempat ini sebetulnya sangat potensial menjadi objek wisata sejarah yang ramai pengunjung, tapi sepertinya pemerintah tidak begitu mengurus tempat ini. Banyak sekali corat coret pengunjung di dinding-dinding Goa dan tidak terlihat usaha pemerintah untuk melestarikan secara baik tempat ini. Seharusnya di dalam Goa dapat diberikan penerangan walau itu hanya lampu petromaks, ada penjaga dan guide resmi yang siap mengantar pengunjung, ada papan nama yang menunjukan lokasi atau ruang, dan lain-lain.

Bagi yang belum pernah kesini, boleh coba, itung-itung olahraga, menghirup udara segar, bertemu monyet-monyet dan menelusuri Goa Belanda yang gelap.

20071127_02651.jpg

page_1.jpg

* Tulisan terkait dan foto-foto lainnya bisa dilihat juga di webblog-nya Aul

9 thoughts on “Goa Belanda: Dingin dan Gelap

  1. acon

    ada kali ull….diatas2 pohon banyak.td lg sepi ga bgitu banyak soalnya biangnya rayyan,jadi pada takut munculin diri hahahaha…..

    Balas
  2. Sayap KU

    Lagi ngebayangin Ade masuk situ terus dikunci gerbangnya sama mas Rayyan.. DIBEKAP.

    Aih… koq Ade jadi nakal sih, dah ah !!

    -Ade-

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s