Perlukah Wajib Militer ?

Pemerintah sedang menggodok Rancangan Undang-undang Komponen Cadangan. Jika RUU ini jadi diundangkan, setiap warga negara 18-45 tahun harus mengikuti wajib militer dengan cara pemilihan secara random. Tujuan utama wamil sendiri agar masyarakat sipil mampu ikut mempertahankan negara layaknya prajurit TNI, bila negara mendapat ancaman dari negara asing.

Tujuan lainnya yaitu untuk efisiensi, karena untuk menghasilkan satu tentara profesional biayanya sangat mahal maka dengan wamil, negara dapat menutupi kebutuhan akan tentara.

Program wamil ini sebetulnya sudah sejak lama dirancang, namun tertunda-tunda, baru sekarang wacana ini muncul lagi. Program wamil sudah banyak dilakukan di negara-negara tetangga. Contohnya negara Singapura, 80% warganya pernah mengikuti program wajib militer. Dengan wajib militer Singapura dapat menutupi kekurangan personel tentara yang berjumlah 70.000 orang. Sumber : Sindo

Saya sendiri setuju jika program wajib militer ini diadakan, namun dengan catatan harus dijalankan dengan baik. Jangan sampai nantinya ini hanya menimbulkan pungli-pungli baru, misalnya seseorang dapat membayar agar tidak jadi ikut wamil. Jangan sampai juga masyarakat hanya diajarkan seluk beluk militer namun tidak diikuti dengan mental yang kuat, sehingga akan menghasilkan paramiliter yang sok jagoan dengan mental preman tetapi mampu mengoperasikan senjata.

Hal lain yang harus diperhatikan, seberapa penting wajib militer harus dilaksanakan sekarang dan berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh negara, karena masih banyak sektor lain yang kekurangan biaya seperti pendidikan dan kesehatan.

Bagaimana dengan Anda, apakah setuju dengan program wajib militer ?

Iklan

4 thoughts on “Perlukah Wajib Militer ?

  1. indra kh

    Seleksinya juga harus ketat. Meskipun warga dipilih secara random, namun hanya warga yang memenuhi syarat yang ikut program ini. Kalau yang dipilih orangnya fisiknya ‘ndak kuat, penakut, dll sama juga boong, ngabisin anggaran doang.

    Balas
  2. Budi Sulistyo

    Gak setuju! Kalau kondisi militer masih seperti sekarang. Sudah terbukti bahwa pendidikan militer berpotensi mendegradasi tingkat intelektual dan kemanusiaan (sorry pak tentara, agak kasar). Jadi, utk saat sekarang, wajib militer = pembodohan

    Balas
  3. Arya Nasoetion

    Setuju wamil dengan syarat di sana sini.

    Tapi saya rasa sindo gak adil juga membandingkan wamil dengan apa yang terjadi di Singapura. Negara kecil begitu sih memang sudah wajib kudu wamil.

    Israel pun semua warganya bisa dimobilisasi dalam 48 jam jika negara terlibat perang, karena memang wilayahnya kecil dan tentara regulernya (standing army) sedikit.

    Jadi, Indonesia kalau mau wamil pun hayuk aja. Tapi aturannya dibuat jelas dan tidak mudah dibengkokkan oleh uang dan kuasa.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s