Hati-hati terhadap obat-obatan …

Beberapa waktu lalu teman kerja saya bercerita bahwa ia mempunyai tetangga yang mengalami malpraktik. Karena kesalahan pemberian obat seluruh kulitnya seperti terbakar dan mengelupas, ngeri banget mendengar ceritanya. Saat komplain ke Dokter-nya, pada awalnya ia beralasan bahwa pasien mengalami alergi terhadap obat tersebut. Tapi tentu saja hal ini tidak membuat Dokter terlepas dari tanggungjawabnya, pasien tidak akan tahu bahwa dia alergi terhadap obat itu jika Dokter tidak menjelaskan apalagi menanyakan sebelum memberi obat tersebut. Saat akan diadukan polisi atau pengacara, Dokter tersebut baru mau mengabulkan komplain, itupun awalnya Dokter tersebut hanya menyanggupi Rp. 1 Juta saja, tentu ini tidak cukup. Lalu saya sarankan bahwa yang diminta adalah ganti rugi berupa pemulihan kondisi korban seperti sediakala.

Seminggu setelah teman saya bercerita, saya mengikuti seminar bertema Perlindungan HaKI dan Kesehatan, di salah satu sesi dijelaskan berbagai kerugian yang diderita konsumen akibat obat-obatan palsu atau yang tidak jelas asal usul produsennya. Kalau kacamata palsu atau cd bajakan palsu mungkin efeknya hanya berupa kerugian materi, namun jika Obat yang dipalsu bisa dibayangkan efeknya bagi tubuh kita, apalagi jika bahan-bahannya merupakan bahan berbahaya seperti cat tembok. Pada sesi lain dijelaskan bahwa konsumen yang merasa dirugikan dengan obat palsu atau kosmetika berbahaya dapat mengadukan ke Yayasan Lembaga Konsumen Kesehatan Indonesia (YLKKI). Layanan yang diberikan YLKKI berupa pengaduan hingga advokasi dan semuanya gratis kecuali biaya materai pada form pengaduan. Seperti kita ketahui UU Perlindungan Konsumen memberikan batas maksimal Rp. 2 Milyar bagi konsumen yang merasa dirugikan oleh pelaku jasa.

Dari kasus diatas maka kita harus berhati-hati dalam memilih Dokter maupun Obat karena terdapat hal-hal yang dapat merugikan kita dan akibatnya fatal seperti :

  1. Kesalahan diagnosa dan kesalahan pemberian obat oleh Dokter
  2. Hati-hati terhadap obat-obatan palsu, karena obat palsu tidak hanya ada di warung-warung kecil saja, namun sudah masuk ke Apotik, Rumah Sakit, Puskesmas, Klinik Dokter, dll.

Jadi berhati-hati ya, dan jika sakitnya hanya ringan-ringan saja sebisa mungkin hindari obat-obatan … 🙂

2 thoughts on “Hati-hati terhadap obat-obatan …

  1. Ping balik: Hati-hati terhadap obat-obatan « Diskusi ringan tentang hukum …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s