Rayyan Sugangga

Menipu Demi Mendapatkan Penumpang

Posted in Teman-Teman by Rayyan Sugangga on November 28, 2008

Ada kejadian aneh kemarin saat saya menjemput Patrick Lambe di Bandara Soekarno Hatta. Saya sudah cek papan pengumuman bahwa penerbangan SQ966 mendarat pukul 19:20 WIB. Saya dan Hadi menunggu tepat di pintu keluar 2D. Banyak penumpang bermunculan dan keluar, pandangan saya tetap fokus untuk menunggu Patrick melalui pintu keluar. Beberapa menit kemudian, Patrick mengirim sms :

Hi rayyan, i’m going through immigration now ..

Langsung saya balas, bahwa kami sudah menunggu di pintu keluar 2D. Setelah beberapa menit lagi, tiba-tiba Patrick mengirim sms lagi :

I’m at information counter gate 2D

Nah lho ! Saya langsung menengok meja informasi di belakang kami, tidak ada Patrick disana. Beberapa saat kemudian saya menelpon Patrick. Ternyata dia sudah berada dalam kendaraan yang katanya dikirim oleh saya. Wah ada yang tidak beres nih, langsung saja kita sepakat untuk bertemu di depan McD. Ternyata benar, Patrick sudah didalam mobil berwarna putih. Langsung saya dan Hadi masuk ke mobil itu juga.

Patrick langsung bercerita, katanya begitu dia keluar gerbang 2D, dia langsung menuju information center yang ada di gerbang 2D. Tiba-tiba ada seseorang yang memanggil namanya dan bersalaman lalu mengatakan bahwa dia adalah utusan saya dan Hadi. Orang tersebut mengatakan bahwa saya dan Hadi sedang terjebak macet, orang tersebut juga mengatakan bahwa kami telah memesankan mobil untuk Patrick. Nggak mungkinlah kami terjebak macet, karena dari jam 17:00 kami sudah berada di bandara.

Ck .. ck .. benar-benar modus penipuan yang canggih. Untuk mencari penumpang sampai segitunya, supirnya juga ngakunya dari Blue Bird, padahal dari kuitansinya sudah ketahuan nama rental mobilnya bukan Blue Bird. Untuk marah dan berganti kendaraan tentu tidak mungkin, karena rekan kami Patrick sudah terlanjur naik. Tidak enaklah sebagai tuan rumah.

Dari pengalaman saya ini ada beberapa hal yang harus dicermati yaitu harus hati-hati jika menjemput warga negara asing, pastikan dia mendapat semua informasi dengan jelas. Tempat bertemu, waktu, gerbang dan lain-lain. Ingatkan juga kepada dia bahwa jangan percaya kepada siapapun, lebih baik terus berkomunikasi pada pihak yang menjemputnya.

Untung Patrick tidak apa-apa, coba kalau penipuan ini berujung pada tindak kejahatan yang lain, bahaya khan. BTW, malu juga sebagai warga negara ini.

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Rayyan Sugangga said, on November 28, 2008 at 7:36 am

    Darimana penipu itu tahu nama Patrick ya ? Dan bagaimana pula saya dan Patrick tidak saling melihat di gerbang 2D.Ajaib.

  2. sv17 said, on November 28, 2008 at 9:21 am

    modusnya persis dengan penjemputan pahlawan devisa kita aka TKI yang baru datang setelah bertahun-tahun baru pulang kampung………….btw dicharge berapa mas?

  3. Rayyan Sugangga said, on November 28, 2008 at 5:22 pm

    @ SV 17
    Yang pasti jadi 2 kali lipat ha ha ha. Maaf ya Mbak Dwi :P

  4. doelsoehono said, on November 29, 2008 at 3:27 am

    Salam ….

    weleh – weleh penipu itu mungkin temannya mama Loerent

    kok bisa tahu namanya mrayyan + mhadi kenal ama Patrick lagi…….walah – walah gila tenan ment

    jangan -jangan mm berdua pas ngobrol masalah jempuit petrick ada yang mengupingnya …..ok

  5. dwie said, on Desember 3, 2008 at 3:01 am

    2 kali lipat? ya udah….kekurangannya masukin di ops (mas rayyan) aja

  6. amelia27 said, on Desember 3, 2008 at 3:36 am

    Sepandai pandai Tupai melompat, akhirnya jatuh juga.
    Sepandai pandainya manusia, pasti berbuat kesalahan juga.
    Itulah gunanya doa memohon perlindunganNYa……..

  7. Rhein said, on Desember 3, 2008 at 2:18 pm

    ya ampun, serem banget sih. untung ga diculik…

  8. naazmu said, on Desember 4, 2008 at 12:39 pm

    Di Bandara Soekarno Hatta emang banyak mafia2 dan tukang tipu. itu klo Mas Patrick pergi sendiri dan ngga ketemu mas Rayyan pasti diminta uangnya ngga kira2 dan kemungkinan juga diminta bayar pake dollar, apalagi dollar lg 12.000.- …..


Tinggalkan Balasan