Teratur, Tidak Teratur
Kemarin sore saya mengantar rekan kerja kami Patrick Lambe menuju hotelnya, ya jaga-jaga saja agar dia tidak nyasar & dibawa muter-muter sama supir taksi yang iseng he he.
Ada beberapa hal yang menarik dari obrolan kami. Pertama saat saya meminta maaf karena sempat terjebak macet di daerah Bunderan HI, Patrick mengatakan ah tidak masalah toh banyak hal yang menarik , di negara saya semua lebih terorganisir, tapi terkadang kita butuh sedikit kekacauan agar hidup ini menarik, ya contohnya seperti macet ini, jawab Patrick.
Patrick menambahkan bahwa manusia itu pada dasarnya ya seperti itu, ingin mencoba yang berbeda. Jika kita tinggal di daerah yang serba terorganisir, terkadang kita menginginkan sedikit kekacauan agar hidup lebih menarik. Atau contoh lain jika kita berasal di daerah yang dingin, biasanya kita ingin merasakan bagaimana tinggal di daerah yang panas.
Betul nggak ya ? Tapi mengenai macet ini sindiran secara halus atau apa he he he ?

Hari ini bukan hari yang indah untuk saya … dijalan terutama, cuma bisa nangis kalo dah macet gini
Rindu
Juli 18, 2008 at 5:26 pm
bener tu…kt emang butuh tdk teratur. tp sbelumnya hrs teratur.
apiqquantum
Juli 19, 2008 at 12:37 am
salam….
memeng hidup kita butuh teratur dan butuh juga untuk tidak teratur ,tapi kita boleh mengatur dan harus menerima untuk di atur : E : Ngalantur
doelsoehono
Juli 19, 2008 at 5:53 am
setuju Pak APIQ, di Jepang aja sampe ada kursus tersenyum gara-gara lingkungan disana mendidik mereka kaku-kaku…kata suamiku Indonesia itu selalu dia kangeni karena disini dia bisa berbuat sesuka hati dia (Negara Sekarep Dewek)
intan
Juli 21, 2008 at 6:20 am
Jadi, beruntunglah tinggal di Indonesia
Apapun di sini ada.
gajahkurus
Juli 21, 2008 at 8:37 am
betul, bahkan sampai Gajah kurus pun ada di Indonesia
hehehe
roisz
Juli 21, 2008 at 10:06 am
macet lagi.. macet lagi..
ratutebu
Juli 22, 2008 at 1:26 am
Macet dan angkot.. fiuuhh… >_<
Rhien
Juli 25, 2008 at 7:58 am