Pengalaman Naik Bus Way Di Malam Hari
Pada tulisan Bogor-Thamrin saya sempat bercerita tentang pengalaman saat naik Bus Way di pagi hari. Kali ini saya akan bercerita lagi tentang pengalaman naik Bus Way, kali ini saat malam hari.
Saya, Mas Primus & Mas Wendy tiba di Gambir sekitar pukul 19:15. Meskipun saya pernah mengalami kejadian kurang enak saat naik Bus Way dari Gambir menuju Thamrin, kami tetap memutuskan naik Bus Way dari Gambir menuju Thamrin. Perkiraan kami pada malam hari pasti kami dapat naik Bus Way dengan nyaman karena sepi.
Ternyata perkiraan itu meleset. Di Halte Gambir 2 saja, antrian sudah cukup ramai, lalu bis yang ditunggu-tunggu juga tidak kunjung datang. Setelah menunggu cukup lama, tiba 3 bis. Bis pertama memang sudah penuh, jadi kami tidak dapat naik. Begitu juga dengan bis kedua.
Hanya Bis ketiga yang penumpangnya sedikit. Tapi anehnya saat baru beberapa orang naik ke bis ketiga, kondektur tiba-tiba langsung melarang kami dan penumpang lainnya naik. Mas Primus sampai terjepit pintu halte. Bis yang hanya diisi beberapa penumpang itu langsung ngacir, petugas loket halte sampai ikut berteriak & marah karena kejadian itu.
Kami naik di Bis keempat yang datang setelah itu. Penumpang dalam bis keempat juga sedikit sama dengan bis ketiga yang tadi, namun bedanya bis keempat mau mengangkut semua penumpang di halte tersebut. Saya langsung mengadukan peristiwa itu kepada kondektur. Kata kondektur itu, beberapa supir & kondektur bus way ternyata suka begitu, dia tidak menjelaskan sebabnya. Kondektur lalu menyarankan, lain kali dicatat nomor bisnya dan diadukan saja.
Saya juga bertanya kenapa saat malam hari bus way terlihat jarang dan lambat. Ternyata saat malam hari bis yang beroperasi hanya sekitar 20-an, berbeda dengan saat pagi dan siang hari yang berjumlah 80 bis, sedangkan saat Sabtu Minggu berjumlah 50 bis.
wau sepertinya sang sopir Bus Way yang ke 3 tadi kurang dapat Senyum dari para penumpang ………ada kemungkina juga sang sopir kebelet Pipis …….
untung baru kejepit pintu halte . . . gimana kalau kemarin malam sampai jatuh yah . . .
kalau begitu apa bedanya bus way dengan metro mini?
Jujur, gak tega baca tulisan ini … kenapa yah?
Mas primus, badan keker mah ga mempan kejepit pintu mah… mas wendi udah, mas primus udah, mas rayyan belum (pernah kejepit pintu bis/halte)?
kalau dicatat dan dilaporkan, apakah akan ditindaklanjuti? *makin sakit hati
iya,, kalo dicatat dan dilaporkan apa ada yang mengurusi?? untung bukan mas rayyan yang kejepit pintu,, penyet deh,, huehehehehe,,
Untung mas primus hanya kejepit pintu halte, tadinya kalau mas primus sampai jatuh dari halte, mas rayyan udah siap-siap mau mengejar buswaynya, katanya mau tak banting-banting buswaynya…(He….3x, yang sabar ya mas ray…)
wah, makin lama makin familiar sama Jakarta nih
Mampir aja sebelum berangkat ke kampus …
ternyata begitu ya
duh kok mulai dari jajaran pemerintah, wakil rakyat, aparat kepolisian, bahkan ampe sopir dan kondektur bs di Indonesia ada oknumnya ya?
untung mas primus bodynya badan jadi pasti kuat kejepit pintu, hehe. Saya gaka pernah sukses untuk mencoba busway, mas. Setiap akan mencoba pasti penuh. Tak beda jauh dengan bis Dipatiukur – Jatinangor. Akhirnya di Jakarta kalau gak naik taksi, ya ojeg
hidup indonesia!
jangan-jangan hanya terjadi di indonesia?
hehehehehe…..welcome to the jungle!