Pemimpin Baru, Harapan Baru
Jika melihat hasil Pilkada di beberapa daerah & membaca berita terakhir. Sepertinya timbul semangat dan harapan baru ya ? Iya itu pasti, karena masyarakat sudah jenuh dan bosan dengan kondisi saat ini. Karena jenuh dan bosan dengan kondisi saat ini, maka masyarakat lebih cenderung memilih calon yang lebih muda & belum terbukti ( belum terbukti kualitas memimpinnya dan belum terbukti mengecewakan masyarakat
)
Untuk itu bagi para pemimpin yang baru terpilih, jangan sampai tidak membuat perubahan positif terhadap kondisi masyarakat. Kasihan khan masyarakat, mereka menaruh harapan yang besar kepada anda. Minimal tunjukkan usaha nyata anda untuk memperbaiki kondisi saat ini. Ingat lho, harga minyak mentah sedang melambung dan pada bulan Mei nanti, harga beras juga diprediksi akan naik juga (5000/kg).
Bagaimana ya caranya memperbaiki kondisi saat ini ? Atau bagaimana caranya agar anda disayang dan didukung penuh oleh masyarakatnya. Cara paling mudah adalah dengan menunjukan pada masyarakat bahwa sejak anda terpilih terjadi perubahan-perubahan positif dalam kondisi masyarakat. Dan yang paling penting anda harus menepati janji-janji, anda saat kampanye dulu.
Tidak usah lagi membangun mal-mal atau pusat perbelanjaan baru. Hentikan mengimpor mobil-mobil mewah. Dibenahi saja dulu kondisi sangat dasar yang terjadi saat ini. Misalnya seperti ini :
|
Kondisi Saat Ini |
Kondisi 5 Tahun Ke Depan |
|
Banyak pengemis & anak jalanan |
Tidak ada lagi pengemis & anak jalanan |
|
Beras mahal |
Beras murah |
|
Sekolah mahal |
Sekolah murah bahkan gratis |
|
Biaya kesehatan mahal |
Biaya kesehatan sangat murah |
Kalau perubahan positif seperti yang tercantum pada tabel diatas mungkin nggak sih dilakukan, apa jangan-jangan terlalu muluk juga, atau memang sudah tidak perlu dipikirkan lagi ?

ya kita tunggu mainnya aja ,jangan sampai janji beras yang datang nasi Aking dan klo kita memilih jangan karena terkenal karena ganteng tapi yang tau sama situasi dan kondisi pada masyarakat……….jangan -jangan ……..Tujuh kali Tujuh samadengan Empat sembilan
(setuju gak setuju yang penting penampilan )…………..ya kali ……
doelsoehono
April 21, 2008 at 12:04 am
Ehm…kalo bangun mall dan pusat perbelanjaan baru sepertinya susah dihentikan deh mas, selain itu dari sudut pandang saya, dengan adanya pembangunan mall dan pusat perbelanjaan maka menambah fasillitas kota dan juga akan menciptakan lapangan kerja baru.
ehm..saya setuju dengan hal ini, karena dengan tidak adanya mobil-mobil mewah yang keluyuran di jalan maka kesenjangan sosial dan ekonomi tidak akan begitu tampak, selain itu hal ini juga kan mengurangi konsumsi BBM, bukankah rata-rata mobil mewah mempunyai kapasitas mesin yang besar (cc) dan boros BBM.
pramudyaputrautama
April 21, 2008 at 8:52 pm
Ehm…kalo bangun mall dan pusat perbelanjaan baru sepertinya susah dihentikan deh mas, selain itu dari sudut pandang saya, dengan adanya pembangunan mall dan pusat perbelanjaan maka menambah fasillitas kota dan juga akan menciptakan lapangan kerja baru.
ehm..saya setuju dengan hal ini, karena dengan tidak adanya mobil-mobil mewah yang keluyuran di jalan maka kesenjangan sosial dan ekonomi tidak akan begitu tampak, selain itu hal ini juga kan mengurangi konsumsi BBM, bukankah rata-rata mobil mewah mempunyai kapasitas mesin yang besar (cc) dan boros BBM.
untuk hal ini saya masih belum memiliki pemikiran, kecuali dilakukan pemerataan pembangunan di segala bidang terutama di daerah pedesaan.
hal ini apabila dirunut adalah sebagai salah satu akibat dari naiknya harga BBM, mengapa demikian? Karena : diperlukan transportasi untuk mengangkut pupuk dan pestisida dari pabrik produsen pupuk dan pestisida ke petani, diperlukan BBM untuk memproduksi pupuk serta pestisida, diperlukan BBM apabila untuk membajak sawah digunakan traktor, diperlukan BBM apabila padi digiling dengan mesin penggiling padi, dibutuhkan BBM untuk mendistribusikan beras ke distributor2 / penjual2 beras … nah kalo harga BBM naik secara tidak langsung harga besar juga naik juga.
sekolah dan kesehatan murah & gratis … itu tidak mungkin (sulit direalisasikan…tapi bukanya tidak bisa direalisasikan) kecuali para bapak-bapak yang biasa berbaju safari dan ngaku2 anggota dewan rela dikurangi gajinya serta pemerintah mau memberikan pendapatan pajak sebanyak 40 % untuk dana pendidikan.
salam
pramudyaputrautama.wordpress.com
pramudyaputrautama
April 21, 2008 at 8:53 pm
@ Doelsoehono
Setuju pak
@ Pramudya Putra Utama
Wah komentarnya panjang sekali. Ternyata Mas Pramudya juga sangat perhatian terhadap kondisi negara ini. Saya coba komentari ya.
> Mengenai pembangunan mal & pusat perbelanjaan baru. Saya setuju dengan pendapat anda mas. Tapi kalau bisa sekarang distop dulu karena kok kelihatannya hanya itu yang dilakukan oleh pemerintah. Padahal sudah cukup banyak mal & pusat perbelanjaan. Coba dipikirkan masalah penghijauan, timbulnya budaya konsumtif & pasar-pasar tradisional yang omzetnya jadi turun karena pembangunan mal-mal itu.
> Beras mahal
Saya juga setuju dengan pendapat mas tentang ini. Tapi menurut saya, beras yang mahal sangat berlawanan dengan luas wilayah & iklim tropis yang dimiliki negara ini. Menurut saya karena pemerintah tidak fokus dan tidak serius saja untuk menanam padi di negara ini.
> Sekolah mahal, kesehatan mahal
Setuju mas.
———-
Tapi inti dari post ini sebetulnya hanya ingin mengajak pemerintah & masyarakat untuk lebih hidup hemat & sederhana. Harus sadar bahwa sebetulnya negara kita ini sedang krisis. Tidak layak kita hidup bermewah-mewah sedangkan kondisi sekitar masih begini. Ini hanya pendapat saya mas.
Oh iya, salam juga Mas
Rayyan Sugangga
April 22, 2008 at 7:56 am
semoga pemimpin baru bisa bikin banyak hal penting jadi GRATISS!
Rhein
April 22, 2008 at 8:50 am
sekolah gratis? emang gampang ngewujudinnya?…………..segala sesuatu itu tidak cukup hanya dengan niat baik lho, tapi juga perlu ke pinteran….strategy gitu lho mas
bungiwan
April 22, 2008 at 10:14 am
Nice comment, semoga pemerintah dan masyarakat sadar dengan keadaan yang sedang melanda negara kita ini.
Btw, astagfirullah BBM mau naik lagi. Harga 9 bahan pokok pasti naik lagi, sampe kapan hal ini akan terjadi ? Allahualam
pramudyaputrautama
April 24, 2008 at 12:06 am
Amin… semoga pemimpin baru bisa memberikan warna baru ^^ amin.. semoga
kalo saya lebih tertarik bukan kemurah ato gratisnya, tapi pada gmana ni caranya supaya masyarakat menjadi sejahtera, mampu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, pendidikan, kesehatan, dll… karna efek gratis tuh ada efek tidak mendidiknya menurutku… ^^
btw, skarang lagi fenomena artis nyalonin jadi pemimpin daerah ni, setelah rano karno dan dede yusuf yang berhasil, serta marisaa haque yang gagal… sekarang rieke dyah pitaloka nyalonin jadi walikota bandung dan syaiful jamil nyalonin jadi wakil walikota serang…. mmm… ga ngerti de, knapa mreka nganggep ini tren… padahal mnurutku rano karno dan dede yusuf akhirnya kepilih tu bukan hanya smata2 karna keartisannya… tapi lebih pada harapan dan keyakinan bahwa mereka emang mampu… mm.. ga ngerti de…
Deasy Pane
April 25, 2008 at 4:03 am
@ Rhein & Bung Iwan
Memang tidak gampang, tapi bukan berarti tidak mungkin khan ? Ada banyak negara yang berhasil melakukan itu. Ya memang tidak bisa instant, butuh niat, proses dan keseriusan.
@ pramudyaputrautama
Moga-moga tidak terjadi terus …
@ Deasy
, kasihan banyak yang tidak dapat mengenyam bangku pendidikan, padahal mereka ingin
Saya setuju pendapat Deasy, efek gratis itu memang ada efek tidak mendidiknya. Tapi saya rasa untuk pendidikan saja tidak apa2 khan
Mengenai tren artis yang mencalonkan diri menjadi pemimpin, ini sudah bisa diprediksi jauh-jauh hari, mungkin bisa baca di post http://rayyan.wordpress.com/2008/02/10/vote-tukul-for-presiden/ dan http://rayyan.wordpress.com/2008/01/23/aye-bangga-doel/
Sebetulnya artis juga tidak apa-apa ya ? Asal mereka benar-benar mampu, tapi memang beberapa artis yang akhir-akhir ini ikut mencalonkan kok kayanya hanya sekedar memanfaatkan keartisannya saja ya, kepemimpinannya diragukan.
Rayyan Sugangga
April 26, 2008 at 4:05 pm
Numpang lewat Mas. Sekolah gratis? Mengapa tidak. Kata seorang teman yang berbisnis batubara di Jakarta, dari hasil batubara thok (kalau tidak diselewengkan) bisa menyekolahkan seluruh rakyat Indonesia sampai S3. Benar tidaknya saya tidak tahu persis, tapi itu ilustrasi bahwa kalau tidak ada penyelewengan, program sekolah gratis sampai SMU bisa saja terwujud.
Salam
Anthy
Anthy
April 27, 2008 at 10:31 am