Rayyan Sugangga

Esensi Silahturahmi

Ditulis dalam Islam oleh Rayyan Sugangga pada Februari 13, 2008

Perjalanan Jakarta-Bandung kemarin saya habiskan dengan mendengarkan rekaman ceramah. Tentunya dengan menggunakan earphone, agar tidak mengganggu penumpang travel yang lain :)

Tema yang dibahas bermacam-macam, menarik sekali. Ada satu hal penting yang saya ingat dari rekaman ceramah itu. Yaitu mengenai inti dari silahturahmi. Menurut penceramah, esensi dari silahturahmi sebetulnya adalah give something atau memberi sesuatu, artinya jika kita berniat silahturahmi, seperti berkunjung ke kediaman seseorang, hendaknya kita membawa sesuatu atau memberi sesuatu. Jika kita tidak membawa sesuatu, berarti sebetulnya orang yang kita kunjungi itu yang bersilahturahmi terhadap kita.

kocksmurf.gif

Bentuk silahturahmi yang lain seperti mengirimkan kado kepada saudara kita yang ulang tahun atau misalnya jika kita tidak sempat mengunjungi orang tua yang tempat tinggalnya di luar kota, akan lebih baik jika kita rutin mengirimkan sesuatu kepada mereka daripada kita berkunjung langsung tanpa membawa sesuatu. Tentunya berkunjung ke orang tua tanpa memberikan sesuatu juga tidak dilarang, namun akan lebih baik jika disertai dengan membawa atau memberi sesuatu.

Menurut penceramah itu, jika kita rajin menerapkan silahturahmi yang seperti ini, insyaallah hal ini yang membuat kita panjang umur.

Setelah mendengarkan ceramah ini, saya jadi teringat pernah membaca tulisan sejenis yang berjudul “Meraih Kemakmuran, Umur Panjang dan Kebagiaan Dunia dan Akhirat Melalui Silaturrahim“, bisa dibaca disini

Ditandai sebagai:

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. raddtuww tebbu said, on Februari 13, 2008 at 10:07 am

    pertamax???

  2. raddtuww tebbu said, on Februari 13, 2008 at 10:21 am

    mas rayyan mau ku kirimi apa??

  3. pure said, on Februari 14, 2008 at 3:43 am

    ikut kommen..yah..:-)
    tentunya apa yg qta berikan itu kudu mesti ikhlas dan TuLus bukan?eh betuLL?:-)

  4. [...] setelah tanya jawab dan peninjauan lapangan,, maka pertemuan itu kembali ke esensi silaturahmi itu sendiri,, para tamu tersebut, membawa serta buah tangan berupa PP No.76 tahun 2007 yang berlaku [...]

  5. Dy said, on Februari 20, 2008 at 1:53 am

    seperti berkunjung ke kediaman seseorang, hendaknya kita membawa sesuatu atau memberi sesuatu.

    ini nih, sebenarny termasuk salah satu kebudayaanny orang jepang lho. Jika kita sebagai tamu sebaiknya memang bawa oleh2, dan biasanya itu makanan..walau tetap tuan rumah, pasti nyediain makanan sih. tapi kalau kita bawa oleh2 juga, terlihat lebih sopan. dan itu tata kramanya.
    beda kan yah, ama kita. yang namanya tamu itu ya tamu. tuan rumah yang nyediain makananny.

  6. Rayyan Sugangga said, on Februari 20, 2008 at 6:39 am

    @ Ratu
    Bawa calonmu kesini, kenalin sama saudara-saudara di Bandung dong … :P

    @ Pure
    Setuju

    @ Dy
    Nanti aku berkunjung ke rumah Dy, bawa apa ya ? :)

  7. [...] saja. Target kami adalah mengajak semua teman-teman untuk merasakan kompetisi ini, sekaligus untuk silahturahmi dengan teman-teman di perusahaan [...]

  8. sautparl said, on Mei 28, 2009 at 12:26 pm

    silaturahmi sangat luar biasa.


Tinggalkan Balasan