Rayyan Sugangga

Apa yang berbeda dari Tukul dan Chris Garner ?

with 8 comments

Apa beda Tukul dengan Chris Gardner ? Ternyata hampir tidak ada. Keduanya sama-sama memulai kehidupan dari bawah.

Tukul dulu terkenal hobi ngutang , banyak orang yang mencibir, banyak juga orang yang enggan ketemu Tukul sebab mereka takut dijadikan sasaran berutang. Pernah melawak hanya dengan bayaran sepiring nasi goreng. Saat menjadi model video klip Joshua, Tukul mendapat bayaran Rp.150.000,-. Kata Tukul menjadi model video klip bersama anak kecil itu tidak mudah, susah banget, apalagi Joshua bila melihat Tukul sering nangis karena ketakutan ha ha ha

Christopher Gardner juga tidak jauh berbeda, sebagai sales ia harus berkeliling untuk menjual alat pemindai kepadatan tulang yang saat itu harganya relatif masih mahal dan belum banyak digunakan. Satu alat pemindai laku, berarti Chris memiliki biaya hidup beberapa minggu untuk dia, istri dan anaknya. Seperti Tukul, Chris juga banyak memiliki kenangan pahit, sering bertengkar dengan istrinya yang juga harus kerja lembur untuk menutupi biaya hidup, sempat tidur di toilet subway dengan anaknya karena tidak mampu lagi membayar kontrakan rumah dan sempat harus kejar-kejaran dengan sopir taksi karena Chris tidak mampu membayar argo taksinya.

Kini telah berbeda, keduanya telah sukses. Sekarang Tukul termasuk host dan bintang iklan dengan honor besar di dunia hiburan. Chris Garner pun sama, dia akhirnya mampu mendirikan Firma Garner Rich dan sekarang merupakan milyuner, entrepreneur dan motivator.

Banyak yang dapat dicontoh dari kedua tokoh ini, antara lain mereka suka bekerja keras dan pantang menyerah, ikhlas dalam bekerja, fokus, konsisten, menghargai orang lain serta mau berbagi ilmu. Keduanya juga sama-sama tetap periang dan ceria terhadap orang lain padahal sedang menghadapi kesusahan.

Masih banyak sebetulnya yang mau saya ceritakan dari kedua tokoh ini, tapi tidak akan cukup dengan satu post ini. Lebih baik membaca langsung Tukul “Katro” Arwana the face country and the money city dan menonton langsung film kisah nyata Chris Garner yang berjudul “The Pursuit of Happyness“.

the-pursuit-and-tukul.jpg

* Ambil yang positif dan jangan ambil yang negatif, berikan yang positif dan jangan berikan yang negatif .

Written by Rayyan Sugangga

Desember 27, 2007 pada 4:49 am

Ditulis dalam Buku, Film

8 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Pertamax … ah senengnya menjadi yang pertama disini.

    -Ade-

    Sayap KU

    Desember 27, 2007 at 7:41 am

  2. Satu yang Ade gak terlalu suka dari Tukul mas: yaitu dia suka sekali “mengjelek-jelekan” dirinya sendiri…

    -Ade-

    Sayap KU

    Desember 27, 2007 at 7:42 am

  3. Nunggu Ade diundang ke Empat Mata sama Tukul :)

    Rayyan Sugangga

    Desember 27, 2007 at 8:32 am

  4. 4 Mata harus diganti Tukul Show’s

    Wah, kalo Ade jadi guest 4 Mata, blogger seantero Indonesia bakal pasang mata di depan tv tuh :D

    rezco

    Desember 28, 2007 at 6:01 am

  5. kaLo mas raYYan aMa tuKuL baRU g ada bedanya…..

    hehehehe…..bcanda

    saLsiLsuL

    Desember 28, 2007 at 12:03 pm

  6. @saLsiLsuL…
    heuheuheu juga:-).opo iyo to yo?(*_*)

    pure

    Desember 30, 2007 at 7:46 am

  7. @pure…

    bcanda…

    salsilsul

    Desember 30, 2007 at 11:51 am

  8. @pure…

    brcanda…

    salsilsul

    Desember 30, 2007 at 11:53 am


Tinggalkan Balasan